Wednesday, 15 June 2016

Book Review | Run To You by Indah Hanaco

Judul Buku : Run To You
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : GagasMedia
Editor : Yooki
Proofreader : Jumali Ariadinata
Penata Letak : Gita Ramayudha
Desainer Cover : Amantha Nathania
Cetakan Pertama, 2013
Jumlah Halaman : vi + 350 hlm
ISBN : 979-780-696-0
Harga Buku : IDR. 54.000
Bisa beli di Bukupedia.com

Rating : 4 of 5





Book Sinopsis :


Kau datang bagai penyihir cinta,
yang menjadi penawar luka hatiku.

Setelah mencecap sakit ini, 
kupikir aku tak akan pernah lagi jatuh cinta.
Tapi, kau adalah magnet paling magis,
yang membuatku terpaku pada pesonamu.

Pengkhianatan yang melukai hati, 
tiba-tiba seperti tak lagi terasa.
Itu berawal sejak kau hadir dalam duniaku.
Memberikan kehangatan, menawarkan kebahagiaan.
Dan membuatku yakin, bahwa kau datang
untuk melengkapi hatiku.

Aku mencintaimu ....
mungkinkah kau cinta sejatiku?

--------------------
Book Review :


"Apa yang kamu rasakan itu bukan cinta, Jen. Cinta tidak seperti itu. Cinta tidak berarti membiarkan seseorang menyakitimu terus-menerus. Itu kebodohan. Itu penangkal kebahagiaan."  (hlm. 56)


Jena yang percaya dengan sosok pacarnya –Ernest yang sudah di pacarinya selama 5 tahun, walaupun sudah di peringati oleh para sahabatnya terutama Vivit, kalau Ernest bukanlah pria baik-baik. Jena tetap yakin kalau Ernest tidak seperti yang di katakan oleh sahabatnya. Jena percaya dengan Ernest, walaupun kelakuan Badboy-nya dari sebelum mereka pacaran bukan lagi rahasia umum. Tapi bagi Jena, ia percaya kalau Ernest bisa berubah. Hingga suatu hari, pembelaannya terhadap Ernest kandas setelah ia memergoki Ernest berselingkuh dengan dua perempuan sekaligus di sebuah hotel. Patah hati? Sudah pasti. Jena merasakan apa yang dinamakan oleh orang-orang dengan patah hati. Bahkan Ernest yang tidak tahu malunya karena sudah berselingkuh malah bersikap santai dan memutuskan hubungannya dengan Jena, karena bagi Ernest hubungan yang di jalaninya dengan Jena sangatlah membosankan.

Di sudut lain, ada seorang cowok yang melihat semua adengan yang dilakukan Ernest kepada Jena tepat di depan matanya. Dan ia merasakan sesuatu yang lain ketika melihat raut wajah kepedihan yang di alami oleh Jena. Bukan, bukan karena ia merasakan perasaan iba kepada Jena tapi sesuatu yang baru baginya, karena iapun belum pernah merasakan sesuatu seperti ini sebelumnya.  Yupp, cowok itu adalah Melvin. Yang tidak percaya dengan sebutan cinta di pandangan pertama. Tapi hal itu berubah seketika saat ia menatap mata dan raut wajah Jena pada saat Jena di dorong keluar oleh Ernest. Dan Melvin mengalami apa yang dinamakan dengan cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu Melvin tidak bisa lepas dari pikirannya yang selalu muncul sosok Jena. Hal yang tak terduga terjadi, ternyata Vivit yang notebene-nya adalah sahabat Jena merupakan klien Melvin yang ingin ditemuinya. Kesempatan demi kesempatan terbuka untuk Melvin mendekati Jena tanpa ia duga sebelumnya terutama melalui Vivit.

Bagaimana dengan usaha Melvin untuk mendekati Jena, apakah membuahkan hasil? Apalagi Jena yang sedang dilanda bencana yang namanya patah hati, pasti tidak akan mudah di dekati oleh laki-laki yang tak dikenalnya walaupun sosok yang mendekatinya itu adalah sosok laki-laki idaman seperti Melvin.

"Hidup itu harus terus berjalan. Masa iya mau patah hati seumur hidup." (hlm. 84)

***

Run To You. Novel yang mengajari kita tentang arti pentingnya sebuah kepercayaan dalam menjalani sebuah hubungan, tentang betapa besarnya kesabaran yang dibutuhkan untuk menghadapi pasangan yang sedang di landa kecemburuan, dan juga tentang suatu hubungan dikatakan berhasil bukan karena berapa lama ia menjalaninya, tetapi seberapa sanggup kita mempertahankan arti sebuah kepercayaan dan kesetiaan dalam suatu hubungan.  

Novel ini merupakan karya kak Indah yang kelima yang saya baca. Dan saya dibuat yakin kalau kak Indah memang benar-benar seorang penulis yang perfeksionis (menurut saya). Sampai saat ini saya masih belum dapat rasa kekecewaan terhadap karya-karyanya yang sudah saya baca, malah sebaliknya saya di buat terkagum-kagum dengan cerita dan kisah yang mengalir di setiap novelnya.

Kisah yang mengalir didalamnya membuat saya sangat menikmati setiap bacaan perbabnya. Apalagi di setiap awal babnya selalu ada puisi yang berkaitan dengan isi babnya membuat saya sangat nyaman dan merasa pas dengan bacaan novel satu ini. Alur cerita yang ringan dari awal sampai akhir yang di ceritakan dari sudut pandang ketiga mengalir apa adanya tanpa saya merasakan alur yang dipaksakan.  Dan untuk cover dan sinopsisnyanya saya rasa sangat manis, membuat pembaca semakin penasaran dengan cerita dan tokoh pemerannya. Tapi disini saya bertanya-tanya akan kerterkaitan jalan cerita dengan covernya. Karena bagi saya cover dan jalan ceritanya masih belum berhubungan satu sama lainnya. Untuk setiap karakternya mempunyai peran masing-masing (diluar karakter tokoh utamanya) sehingga membuat novel ini mempunyai daya tarik tersendiri, seperti Vivit sosok sahabat idaman yang sangat luar biasa (bagi saya) yang selalu ada dan tetap memberi dukungan dan nasihat-nasihat kepada Jena dan rela meluangkan waktunya hanya untuk mengembalikan sosok ceria di diri Jena karena sedang patah hati. Dan juga keluarga Jena (Ibu dan adiknya) yang tidak mencampuri urusan asmara Jena, walaupun mereka tahu kalau Ernest bukanlah cowok baik-baik tapi mereka percaya kalau Jena bisa mengatasinya dan bisa mengambil keputusan yang bijak dari hubungannya dengan Ernest. dan terbukti kesabaran keluarganya membuahkan hasil untuk masa depan Jena (penasaran apa yang terjadi? Baca Run To You J kalian pasti akan mendapatkan jawabannya).

Untuk karakter yang sangat saya sukai disini adalah sosok tampan perfeksionis siapa lagi kalau bukan Melvin. Saya setuju kalau Melvin adalah sosok idaman para perempuan masa kini. Walaupun diluar ia terkenal pekerja keras, bersikap dingin, dan cuek , tapi ketika bersama keluarga dan orang yang dicintainya Melvin adalah sosok yang hangat yang luar biasa (saya sangat mengidolakannya), dan juga memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi. Yang paling saya sukai adalah saat dimana pertengkaran terakhir mereka (Jena dan Melvin). Disini Melvin sangat sabar (dan saya belum menemukan sosok penyabar seperti Melvin didunia nyata) menghadapi sifat kecemburuannya Jena yang tinggi dan kesabarannya dalam membujuk Jena untuk mendengar penjelasannya membuat saya di mabuk kepayang (Benar-benar cowok idaman banget). Untuk karakter Jena saya kurang menyukainya, dengan sikap plin-plannya yang menunda-nunda (tapi saya percaya karena sikap Jenalah yang membuat pembaca semakin penasaran dengan keputusan yang di ambil Jena dan juga kesabaran Melvin menunggu kepastian dari Jena. Bukankah kesabaran itu ada batasnya?).

Untuk setting novel ini ada Bali yang menjadi tempat pelatihan pekerjaan Jena, yang juga menjadi tempat bagi Jena dan Melvin (karena tiba-tiba Melvin menyusul Jena ke Bali) bisa menikmati waktu kebersamaan mereka berdua. Walaupun saya belum pernah ke Bali  tapi saya sangat menyukai cara penulis menggambarkan suasana Bali yang menawan, pemandangan matahari terbit  dan suasana keramaian yang ada di Bali. Dan juga ada kota Bogor yang menjadi Setting novel ini. Yang banyak memperkenalkan berbagai macam makanan di setiap restoran-restoran yang dikunjungi Vivit dan Jena yang membuat saya kelaparan  setiap saat dan langsung menuju dapur untuk mengambil camilan dan lanjut membaca novel ini. J

Bagi kalian yang sangat menyukai bacaan ringan yang bergenre Romance , saya rekomendasikan novel Run To You ini untuk kalian jadikan pilihan. Konflik yang terjadi antara Melvin dan Jena juga usaha Melvin dan kesabarannya untuk memasuki kehidupan Jena sangat menarik untuk diikuti J.

"Dalam hidup, kadang kita perlu melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginan. Melakukan sesuatu dengan berani. " (hlm. 70)


Tuesday, 7 June 2016

Book Review | Dear Nathan by Erisca Febriani

Judul Buku : Dear Nathan
Penulis : Erisca Febriani
Penerbit : Best Media
Penyunting : Maskur Priatna
Pemeriksa Aksara : Rahmia Mn
Desain Sampul : Rumah Desain
Penata Isi : Rumah Desain
Jumlah Halaman : 528 hlm
Cetakan Kedua : April 2016
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 978-602-6940-14-8
Harga Buku : IDR. 99.000 (di Bukupedia.com)

Rating : 3 of 5




Book Sinopsis :


Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma Alvira bertemu dengan seorang cowok yang membantunya menyelusup lewat gerbang samping. Selidik punya selidik, cowok itu ternyata bernama Nathan; murid nakal yang sering jadi bahan gosip anak satu sekolah.

Beberapa rangkaian kejadian pun terjadi, yang justru mengantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan. Dua kepribadian yang saling bertolak belakang, seperti langit dan bumi; yang tidak bisa bersatu tapi saling melengkapi.

Novel ini mengisahkan tentang masa indah putih abu-abu, persahabatan, pelajaran kehidupan, dan pentingnya untuk selalu menghargai perasaan.

------------------
Book Review :


Salma Alvira. Murid pindahan dari Bandung, karena mengikuti ayahnya dimutasi ke Jakarta yang akhirnya membuat Salma harus ikut pindah sekolah. Dan pilihannya jatuh ke sekolah SMA Garuda yang termasuk salah satu sekolah favorit di Jakarta. Di sekolahnya dulu rata-rata anak lakinya kalem dan tidak banyak ulah. Kebanyakan di kelasnya adalah murid kutubuku dan berkaca mata. Nah, kalau di SMA-nya sekarang kebalikan dari SMA-nya dulu. Bersahabat dengan Rahma, Orlin, Meysha dan juga Afifah yang kebetulan satu kelas dengan Nathan dan menggosipkan segala hal keburukan yang dilakukan Nathan di kelasnya membuat Salma mengenal sosok Nathan secara keseluruhan kenakalannya di sekolah walaupun belum mengenal sosok Nathan secara nyata. Tapi semua informasi yang di dapat Salma membuatnya tidak percaya dengan sosok Nathan yang menolongnya pertama kali saat Salma telat ke sekolah.

Nathan Januar Prasetyo. Kesan pertama mendengar namanya pasti yang terngiang adalah cowok cool, keren, ganteng. Tapi siapa yang sangka di balik kegantengan namanya itu Nathan adalah seorang cowok remaja pada umumnya yang berandal yang suka menjahili temannya. Berteman dengan anak-anak rusuh kelas tiga; Aditya, Geri, dkk dan lagi ketika MOS Nathan pernah melawan ketua OSIS, Aldo membuatnya semakin popular di sekolah, bukan populer karena prestasi, tapi sifatnya yang bebal dan berandalan.

Berawal dari keterlambatan mengikuti upacara pertama di sekolah baru, Salma  bertemu dengan seorang cowok yang berpenampilan urakan -tipikal siswa yang sering melanggar aturan sekolah- yang membantunya menyelusup lewat gerbang samping. Selidik punya selidik, cowok itu ternyata bernama Nathan; murid nakal ‘LuarBiasa’ yang sering jadi bahan gosip anak satu sekolah. Beberapa kejadian pun terjadi, yang justru mengantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan.

Beberapa rangkaian kejadian pun terjadi, yang justru mengantarkan Salma untuk menjadi kian lebih dekat dengan Nathan. Dua kepribadian yang saling bertolak belakang, seperti langit dan bumi. Belum lagi Rahma yang notebene-nya sahabat Salma malah menjadi sumberi informasi bagi Nathan terkait Salma. Salma yang polos dan belum mengenal sosok berandal seperti Nathan selalu ketakutan dan wajahnya langsung pucat-pias kalau berada dekat dengan Nathan dan geng rusuhnya. Karena bagi Salma cowok keren dan idaman itu seperti sang ketua OSIS, uda keren, ganteng, pintar baik, sopan, dan menjadi kesayangan guru. Tapi semua itu berubah ketika tau seperti apa sebenarnya Aldo saat ia memergoki Aldo sedang melakukan sesuatu yang sangat tak di percayainya bakal di lakuin oleh seorang Aldo.

Kedekatan Nathan dan Salma berjalan lancar dan baik-baik saja hingga tiba-tiba muncul seseorang di masa lalu Nathan dan sahabatnya yang mengetahui semuanya tentang Nathan dan keluarganya. Di banding Salma yang tidak tahu apa-apa. Belum lagi masalah keluarga Nathan yang ternyata sangat pelik yang baru di ketahui Salma. Yang semakin membuatnya seakan jauh dari Nathan. Apa yang terjadi dengan Nathan sebenarnya? Siapa masa lalunya? Dan bagaimana dengan kelanjutan hubungan mereka?


Penasaran dengan kelanjutan kisah antara Salma dan Nathan??  Langsung capcuss dehh untuk membaca Dear Nathan.

***
Dear Nathan. Novel fenomenal yang masuk ke dalam jajaran novel bestseller di toko buku hanya dalam satu bulan (waktu aku beli masih Bestseller, sekarang udah masuk ke Mega-BestSeller *takjub* kok bisa?). Novel pertama lahiran dari Wattpad yang aku baca dalam bentuk versi cetak. Sebenarnya aku udah ikutin cerita ini di Wattpad, dan untuk viewersnya di wattpad itu luar biasa membludak. (Dan untuk versi wattpad dan cetaknya menurutku tidak ada perubahan sama sekali kecuali ada beberapa teman Nathan dan Salma yang di ganti namanya, selain itu masih sama dengan versi wattpad). Sehingga tak heran kalau tiba-tiba ada penerbit yang ngelirik ini cerita. Dan juga… beberapa hari ke belakang ini suasanan juga agak memanas (biasalahh tanggapan di dunia penulisan dan penerbitan ada yang negative + positif.), eitsss.. jangan salah di dunia perbukuan dan penulisan juga ada lohh haters-nya, memangnya dunia keartisan aja yang ada haters. Heheheh…

Membaca novel ini sebenarya sangat membuat aku terhibur banget dengan alur ceritanya (kalau di baca dengan cara tutup mata tanpa memandang typo sana-sini + halaman yang jungkir balik *nah loohh?? Gimana cara bacanya (?). Membuat isi kepalaku bernostalgia kembali ke masa putih abu-abu J. Berbagai macam/jenis kelakuan ‘luar biasa’ yang ada secara keseluruhan hampir sama dengan apa yang pernah aku alamin (walaupun di cerita ini kayaknya kelakuannya memang di luar akal *menurutku*). Apalagi jenis kenakalan si Nathan dan geng rusuhnya, hmmm.. itu anak memang ajaib banget. Sampe-sampe guru hamilpun  jadi bahan buly-annya.

Untuk karakter favoritnya, secara keseluruhan aku menyukai semua tokohnya dalam perannya masing-masing. Seperti sosok Nathan, walaupun ‘nakal’nya luar biasa sampe akunya geleng-geleng kepala, tapi Nathan sangat menghormati dan menjunjung tinggi seorang perempuan (salut banget dengan sosok Nathan). Siapa sangka penampakanya yang playboy ternyata Nathan baru pacaran sekali, dan itupun ia ditinggalkan. Untuk Salma aku salut sama dia. Walaupun ia didekati oleh seorang Nathan tidak membuatnya terpengaruh dan ia tetap menjadi dirinya sendiri. Karena kalau di zaman aku sekolah dulu cewek yang di taksir atau lagi di dekati oleh cowok ganteng + populer pasti merubah penampilannya agar sebanding dengan pasangannya, tidak malu-maluin, gitu katanya. Dan yang buat aku gregetan Salma ini termasuk cewek yang nggak peka walaupun udah di kasi kode-kodean tetap aja nggak ngehh. Dan yang terakhir, teman-temannya Nathan termasuk geng rusuhnya dan teman-teman Salma sangat mewarnai di dalam ceritanya. Membuat saya gemas sendiri dengan tingkah laku mereka.

Di ceritakan oleh sudut pandang orang ketiga, membuat aku memahami bagaimana karakter Nathan. Seorang anak yang pada umumnya membuat berbagai macam masalah untuk menarik perhatian kedua orang tuanya yang lebih memperhatikan saudara kembarnya. Saat membaca cerita ini apalagi mengenal lebih dalam dengan sosok Nathan membuat kita paham seperti apa citra sebuah keluarga yang seharusnya untuk anak-anak seumuran Nathan yang masih memerlukan kasih sayang dan perhatian keluarga.

Mungkin kekurangan dari buku ini adalah tidak adanya seorang Editor (kebetulan punya aku udah cetakan ke-dua). Dimana seorang editor ini yang akan menyempurnakan sebuah buku sebelum benar-benar di terbitkan oleh penerbit. Dari ejaan Bahasa Indonesianya yang benar, fakta-fakta yang ada di dalam cerita tersebut yang harus benar-benar di sesuaikan dengan apa yang terjadi pada fakta kehidupan kita sehari-hari tidak dilebihkan. Dan sebelum di terbitkan pihak penerbit yang berwenang dan penulis agar meluangkan waktunya untuk mengecek kembali seperti tata letak halaman (karena kebetulan punya aku halamannya jungkir-balik) agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan dari kalangan pembaca. Karena menurutku prioritas pembaca dan kenyamanan dalam membaca sebuah buku itu penting. Jadi tidak timbul pihak-pihak yang dikecewakan setelah membeli sebuah buku. (Oya, disini aku tidak bermaksud untuk menggurui, tapi aku hanya menyarankan, semoga aja bisa di terima dengan baik oleh semua kalangan *peaceee- jangan amuk masa*).

Alur cerita yang ringan, walaupun ada di beberapa bagian dalam penyelesaian konflik tidak ada penyelesaian secara klimaks dengan penjelasan secara tepat (agar tidak menimbulkan pertanyaan kembali oleh pembaca). Nampak seperti terburu-buru ingin menyelesaikan konflik tersebut supaya cepat selesai. Kalau boleh jujur, aku lebih menyukai jalan cerita sebelum menuju tahap ending. Karena setelah sampai di beberapa halaman menuju ending ceritanya seperti di paksakan oleh penulis supaya cepat-cepat END dan SELESAI. Dan juga tentang kebencian Nathan kepada ayahnya tidak di perjelas selain karena kematian Daniel, hingga membuat aku penasaran masalah yang benar-benar parah hingga membuat Nathan sangat membenci sosok ayahnya yang memilih menikah lagi dan meninggalkan sang istri pertama.

Novel ini tidak hanya sekadar menyampaikan sebuah kisah dari kenakalan remaja saja, tapi juga mengajarkan kita akan arti sebuah persahabatan, kekompakan dalam pertemanan tidak saling menyudutkan satu sama lainnya, tapi saling mendukung. Pentingnya sebuah keluarga, dan juga mengajarkan kita bagaimana cara kita untuk menyikapi masa lalu tanpa harus menyalahkan masa lalu tapi belajar dari masa lalu itu sendiri. Dan juga poin pentingnya, tidak memandang seseorang itu karena kelakuan dan kenakalannya. Belum tentu jugakan orang yang kita kirain awalnya sopan, baik ternyata kelakuannya lebih parah dari orang-orang yang kelakuannya luar biasa.

”Orang yang berkelakuan baik di depan, bukan berarti juga dia bakalan berlaku baik sama cewek. Gitu juga sama anak-anak yang kelihatannya nakal, nggak berarti dia bakal memperlakukan cewek-cewek dengan buruk.” (hlm. 202)

Secara keseluruhan novel ini memang sangat cocok di baca oleh kalangan para remaja, tapi tidak ada salahnya juga kalau ada yang kalangan bukan remaja ingin membaca Dear Nathan (seperti aku contohnya), karena menurutku cerita ini selain sisi remajanya juga ada beberapa yang cocok di baca oleh kalangan umum. Dan juga Dear Nathan ini akan di filmkan oleh Rapi Films. Aku berharap saat di filmkan artis-artisnya mampu untuk memerankan tokoh-tokoh yang ada di Dear Nathan ini. Apalagi sosok Nathan, Salma serta geng rusuhnya (semoga artisnya nggak mengecewakan) yang mungkin harus benar-benar memahami karakter dari tokohnya masing-masing.

Bagi kalian yang penasaran dengan buku ini, langsung capcusss ke took-toko buku terdekat di daerah kalian J..

Di dalam buku ini juga terdapat beberapa kutipan yang menjadi favorit aku, dan juga menginspirasi, di antaranya :

*”Perempuan itu kayak kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan nggak bakal bisa balik kayak semula. Gimana pun caranya.” (hlm. 95)

*”Cowok juga butuh di kasih kepastian, jangan Cuma di kasih harapan tapi ujung-ujungnya di jatuhin.” (hlm. 128)

*”Cowok tuh kalau udah jatuh cinta, semuanya bisa dilakuin. Makanya ada istilah cinta itu buta.” (hlm. 138)

*”Lingkungan itu pondasi yang berpengaruh besar untuk membentuk pribadi seseorang.” (204)

*”Cewek itu takdirnya di kejar, bukan mengejar.” (hlm. 296)

*”Ternyata memang benar, dunia ini seperti roda yang berputar.kadang ada di atas, kadang di bawah. Konsep dualitas; Tuhan menimpakan kesedihan, dan setelahnya dibalas dengan kebahagiaan. Dari seluruh usaha sebenarnya manusia hanya membutuhkan satu jawaban, yaitu …. Bersabar.” (hlm. 518)



Sunday, 5 June 2016

Tahun Monyet Yang Menginspirasi Untuk Membaca Buku

Tahun 2016 merupakan tahun yang penuh inspirasi bagi aku. Karena di tahun 2016 inilah aku mendapat banyak semangat untuk membaca buku. Kalau di tahun-tahun sebelumnya membaca bagi aku hanyalah sekadar untuk mengisi waktu luang aja sebelum beratifitas di kantor, sedangkan di tahun 2016 membaca merupakan obat pelengkap untuk melakukan berbagai aktifitas di kantor. Di tahun 2016 ini walau sesibuk apapun, aku akan tetap meluangkan waktu untuk membaca buku hingga 10-15 menit perharinya. 

Awal-mula yang menginspirasiku membaca buku adalah ketika di bulan januari-februari aku mengikuti beberapa giveaway buku yang di adakan oleh beberapa para blogger buku dan ada juga yang mengadakannya di akun sosmed seperti di Twitter. Saat itu aku iseng untuk mengikuti salah satu giveaway yang diadakan oleh kak Luckty di blognya Luckty.wordpress.com untuk 1 hadiah buku karyanya Christian Simamora, dengan menjawab pertanyaan. Saat itu untuk pertama kalinya aku merangkai kata dengan serius (super-duper serius) untuk menhasilkan sebuah jawaban yang mungkin *menururtku* bakal menarik perhatian kak luckty untuk memilihku sebagai pemenang. Dan ternyata hasil kerja kerasku untuk merangkai tiap kata dalam jawabanku terkabul, aku terpilih sebagai pemenang di giveaway tersebut dan di bulan februari aku mendapat bukunya. Perasaan senang sangat meliputiku saat itu. Rasa tak percaya kalau aku terpilih dan menyangka akan terpilih dan di pilih. Sejak saat itulah aku mulai giat mengikuti berbagai giveaway yang di adakan dengan hadiah berupa buku-buku baru yang baru di terbitkan oleh penulis maupun penerbit.

hadiah giveaway pertama

Bagi aku pribadi hal-hal yang membuat aku tertarik dan bersemangat dalam ikutan sesuatu tantangan atau giveaway itu kalau hadiahnya berupa buku-buku yang masuk ke dalam wishlist aku ataupun penulis yang menjadi favoritku. Di tambah lagi kalau ada dorongan untuk terus ikutan karena aku sudah pernah memenangkannya sekali, hal itu yang semakin membuat aku bersemangat dan terus semangat untuk ikutan.

Untuk giveaway-giveaway selanjutnya yang di adakan oleh beberapa blogger buku,  Alhamdulillah ada beberapa buku yang aku dapatkan (walaupun ini belum termasuk banyak). Dan total semuanya sampai bulan Mei ini ada 6 buku yang aku dapatkan secara gratis dan Alhamdulillah itu semua membuat aku untuk tidak putus asa mengikuti berbagai giveaway yang ada dan tetap terus semangat dan selalu pantengin info-info yang berhubungan dengan giveaway.

buku menang giveaway dan buntelan dari penulis

Dan untuk koleksi pribadiku sendiri juga belum seberapa banyak tapi Alhamdulillah ini semua aku dapatkan dari hasil ngorekk tabunganku demi sebuah buku yang menjadi santapanku di setiap harinya. Dan keseringan akunya kalau udah habis bahan bacaan di rumah aku bakalan ke perpustakaan yang juga nggak kalah banyaknya dengan persediaan novel-novel indonesia maupun yang terjemahan biar irit my money :) .

koleksi pribadi di tahun 2016

Bagiku buku itu adalah cara untuk membuka jendela dunia. Dengan membuka sebuah buku sama dengan aku sudah membuka sebuah jendela dunia. Aku bisa melihat keluar, sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada di pikiran aku melalui bacaan buku. Membaca buku juga sama dengan menyelami pikiran orang lain. Sementara setiap orang memiliki dunianya masing-masing. Dengan membaca buku aku akan menyelami berbagai dunia orang lain yang akan memberikanku pandangan dan kebijakan-kebijakan dalam menaungi kehidupanku sehari-hari. Dan juga dengan membaca buku aku juga mendapat banyak hal yang menginspiratif untuk hidupku.


Begitulah kira-kira hal-hal yang menjadi inspirasiku di tahun 2016 yang menyangkut dengan hal baca-membaca. Yuk, ikutan Giveaway for Booklovers di blognya Anne Adzkia. 


Wednesday, 1 June 2016

Wishfull Wednesday 8 | TEARS by Hendra Putra

Haiii...
Happy Wednesday #BookLovers J
Nggak kerasaa yaa udah masuk Juni.. Say goodbye to Mei.. AND tinggal menghitung hariiudah Ramadhan... Nggak kerasaa yaaa.. udahh hidup lama bingit di muka bumii ini (?)
Niat awalnya siihh bulan Meii mau banyak-banyak ngepost di blog, kayaknya belum kesampaian.. (belum bejodohh sama ngepost banyak2)..

Baca juga ya ... [Wishfull Wedenesday 7 | Tetralogi 4 Musim by Ilana Tan - Cover Baru]

Seperti biasa tiap hari Rabu waktunya saya curcol tentang buku yang pengin banget saya punya, saya baca, & saya peluk2 *Hehehe
Rabu sebelumnya saya nggak sempat share ww *Nangis Kejer
Padahal ww-nya udah di siapin tinggal di post aja, *ada sedikit hambatan yg nahan tangan saya untuk nge-post*
Dan post ww yang ini sebenarnya untuk Rabu yang sebelumnya, tapi nggak apa-apa saya bakal share hari ini..

Oke tinggalkan curcol nggak jelas saya di atas...
Untuk ww saya kali ini, saya lagi buat target untuk buku karyanya Hendra Putra judulnya TEARS.


--------------------


Judul Buku : Tears
Penulis : Hendra Putra
Penerbit : Bintang Media

Book Sinopsis :


Aku sakit hati karena mencintaimu. Hati ini telah tergores. Bahkan, terluka. Melupakanmu adalah jalan agar air mata ini tak lahi menetes.

Tapi, apakah kau tahu, saat semua itu terjadi seseorang yang sejatinya kuanggap sebagai sahabat datang dengan pengakuan cintanya, membuatku terpaku. Dia memberikanku senyum  semua akan baik-baik saja.

Lelaki yang membuatku percaya, dialah yang selalu ada, Kini aku mengakui keberadaannya. Dada bergetar ini adalah rasa cinta yang sebenarnya......

Namun, yang tak kunjung kupahami,mengapa harus dirinya ? 
--------------------

Pertama kalii ngeliat buku ini waktu penulisnya lagi semangat-semangatnya share tentang buku ini.. Isinya jangan tanyaa.. Baperrr abiss deh kayaknya..  Dari sekian banyak TL-nya itulahh yg ngebuat saya penasaraan dan pengin punya ini buku..
Semoga aja ke depannya bisa terwujud... Atau mungkin ada yg ngadain Giveaway, boleeh dong share ke saya infonya.. heheh
***

Nahh itu dia.. sekarang giliran kamu....
Share WW mu juga ya…

* Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)

* Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!

* Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (yang ada di bawah postingan ww Book To Share). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.

* Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)