Monday, 3 July 2017

BOOK REVIEW | THE FORBIDDEN WISH - JESSICA KHOURY


THE FORBIDDEN WISH 
Penulis : Jessica Khoury
Penerjemah : Mustika
Pemeriksa Bahasa : Orinthia Lee
Penyunting : Novianita
Proofreader : Titish A.K.
Desainer Sampul : @teguhra 
Penerbit Spring
Cetakan Pertama, Maret 2017
Tebal Buku : 404 halaman; 20 cm
ISBN : 978-602-60443-3-4
Harga : Rp. 71.600 (Off 20% Bukabuku.com )

Blurb :


Gadis itu adalah Jinni terkuat dari semua jin.
Pemuda itu adalah pencuri jalanan.

Saat Aladdin menemukan lampu Zahra,
gadis itu dilontarkan kembali ke dunia
yang tidak dilihatnya selama ratusan tahun.
Kemerdekaannya yang terikat pada lampu
mengharuskannya untuk memenuhi
tiga permintaan Aladdin.

Namun, saat raja dari para jin
menawarkan kebebasan kepada Zahra,
gadis itu mengambil kesempatan itu,
hanya untuk menyadari bahwa dia jatuh cinta
pada pencuri jalanan itu.

Saat kemerdekaannya hanya bisa diraih
dengan mengkhianati Aladdin,
jalan manakah yang akan dia pilih?
Apakah kebebasannya sepadan
dengan kehancuran hatinya?


Kilas Balik The Forbidden Wish

dok. Pribadi

"Aku merasakan kehadiran pemuda itu tepat pada saat dia menginjakkan kakinya di dalam gua. 
Untuk pertama kali sejak berabad-abad," (hal. 4)

Zahra terkurung selama lima ratus tahun di dalam lampunya karena sebuah tragedi (bencana) di masa lalu. Walaupun Zahra adalah seorang Jinni terkuat dari semua jin, ia tidak bisa menggunakan kekuatan sihirnya, karena Zahra sudah terikat dengan lampunya sampai seseorang menemukannya dan Zahra mendapatkan tuan barunya. 

Hingga suatu hari seorang pencuri dari Parthenia, Aladdin menemukannya dan mengeluarkannya dan Zahra pun harus mengabulkan tiga permohonan apapun kecuali 'permohonan terlarang' yang diinginkan oleh Aladdin, tuan barunya.

Aladdin pun menggunakan kesempatan tersebut untuk pembalasan dendamnya di masa lalu dengan salah seorang petinggi di kerajaan Parthenia. Zahra mau tidak mau harus mengabulkannya. Dan di mulailah rencana-rencana keduanya untuk menjalankan aksi pembalasan dendam tersebut. 

Di saat Aladdin ingin balas dendam, tiba-tiba Zahra mendapatkan satu misi dari raja Shaitan dengan imbalan kebebasan dirinya untuk selamanya dari lampu yang selama ini menjadi rumahnya. 

Setiap permohonan dan kebebasan ada harganya, dan semuanya butuh timbal-balik. Di saat Zahra sangat menginginkan kebebasannya, tanpa ia sadari ia sudah sudah jatuh cinta dengan tuannya, Aladdin. 

"Apakah kamu ingat aturan pertama dari bangsamu, Jinni? - Nardukha
Jangan mencintai manusia. - Zahra 
(hal. 355)

Cinta yang terjalin antara manusia dan jin merupakan sebuah kesalahan yang fatal yang tak boleh dilanggar. Apa yang akan dipilih oleh Zahra? Kebebasannya untuk tidak terikat dengan lampunya lagi atau perasaan fananya kepada Aladdin?

Akankah kesalahannya dimasa lalu dengan tuannya Roshana akan terulang kembali di masa kini karena kebebasannya?

"Namaku bukan Zahra. Aku adalah Asap dalam Angin, Lengkungan Ekor Harimau, Gadis yang Merelakan Kepergian Bintang-Bintang." (hal. 361)

dok. Pribadi

The Forbidden Wish merupakan cerita re-telling dari kisah Aladdin dan lampu ajaibnya. Yang uniknya, jika di kisah aslinya lebih di fokuskan kepada pertualangan si Aladdin, nah di buku ini kita akan mendapatkan sebuah kisah yang berbeda. Tentang seorang Zahra, si jin lampu, yang akan melakukan apa pun demi mendapatkan kebebasannya sendiri, sekaligus kisah cinta terlarang antara manusia dan jin.

Diceritakan dari sudut pandang (POV orang pertama) Zahra. Dan seakan-akan kita seperti sedang membaca kisah perjalanannya Zahra di dalam sebuah diary-nya. Di mulai dari kenapa Zahra bisa terkurung di dalam lampu hingga beratus-ratus tahun. Asal-usulnya Zahra. Dan kisahnya bersama tuan-tuannya sebelum Aladdin (benar-benar di buat takjub dengan alurnya yang mengejutkan dan nggak tertebak sama sekali - diluar dugaan). Twist-nya bener-bener luar biasaa dan dapet banget - i like it.

Alur cerita serta tata bahasanya mudah di pahami, nggak berbelit-belit dan lagi terjemahannya oke bangett (bahasa dan gaya terjemahan dari Penerbit Spring nggak pernah mengecewakan). Aku ngebayanginnya mudah seakan-akan mereka sedang berada di lautan pasir yang ada di Timur Tengah. Dan suasananya pun lebih terasa ke Timur Tengah.

Kami terkatung-katung di laut pasir diterangi cahaya bulan. Senyap di antara kami bagaikan jarak tak terhingga di antara bintang-bintang. 

Penulisan serta gambaran diksinya pun pas banget. Aku suka secara keseluruhan dari novel ini. Di mulai dari karakter tokoh-tokohnya terutama Zahra dan Caspida. Gambaran penulisan suasana di saat reaksi permohonan Aladdin dikabulkan. Apalagi dekskripsi sihirnya keren, terutama di saat konflik (peperangan) utamanya.

Nah, membahas tentang tokoh-tokohnya. Tokoh Zahra yang menjadi favorit aku banget di buku ini. Gimana tidak? Ia adalah seorang Jinni terkuat dari segala jin, tapi ia tidak sombong, cantik lagi. Masa lalunya (asal-usulnya) aku nggak nyangka banget, dan cara ia menerima semua yang sudah terjadi pada hidupnya, kesabarannya patut di apresiasi. Dan lagi Zahra ini selain pintar juga cerdik, dan penuh dengan tipu muslihat (mungkin karena  udah bawaan sifat jinnya kali yaa, wkwkwk). 

Berbanding terbalik dengan Zahra. Aku kurang sreg dengan karakternya Aladdin. Terlalu apa yaa... ntahlah (aku pun bingung jelasinnya gimana). Yang penasaran sama sosoknya Aladdin baca deh buku ini.

Selain dua tokoh utamanya, Aladdin dan Zahra. Ada satu tokoh yang membekas banget setelah aku membaca buku ini yaitu Caspida, si tuan putri sekaligus putri mahkota raja di Parthenia. Ia di gambarkan tidak seperti putri raja pada umumnya, hanya duduk manis di kamarnya dan dilayani oleh pelayan-pelayan raja. Caspida di buku ini merupakan seorang putri yang berani, dan sangat mengutamakan rakyatnya, malah tidak terlihat jika ia adalah sosok seorang putri raja. Apalagi Caspida ini mempunyai dayang-dayang yang pandai bertarung. Beda dari yang lain.

"Dia adalah matahari, dan aku adalah bulan. Kami harus tetap terpisah atau bumi ini akan terlempar keluar dari keseimbangan." (hal. 265)

Untuk kisah cintanya sendiri tidak terlalu dibahas, terlihat seperti sebuah selingan atau bumbu manis di antara ketegangan masalah di dalam buku ini. Karena alur ceritanya sendiri lebih difokuskan kepada pembalasan dendam Aladdin dan keinginan Zahra untuk mendapatkan kebebasannya. 

Di dalam buku ini nantinya kalian akan menemukan jenis-jenis makhluk ghaib lainnya, seperti Ghul, Shaitan, Ifrit dan juga tempat tinggal para jin yang di sebut Ambadya.Dan perannya merekamasing-masing di alam seperti langit, air, udara, dan api. Walaupun tidak di jelaskan secara detail tapi lumayan menarik. 

Overall, novel ini aku rekomendasikan untuk kalian semua yang menyukai kisah Aladdin dan lampu ajaibnya yang versi kekinian. Dan terutama yang menyukai kisah misteri, dan teka-teki di balik kisahnya yang dibumbui dengan kisah manis percintaan.

"Celakalah siapapun yang berkawan dengan jin, sebab dia berjabat tangan dengan kematian." (hal. 16)

Ps. Sebenarnya ada sedikit bagian yang diperuntukkan untuk orang dewasa juga (benar-benar sedikit *peacee)

 R A T I N G


No comments:

Post a Comment