Saturday, 28 January 2017

BOOK REVIEW | LOVING A BILLIONAIRE : Cinta Akan Menemukanmu - Dita Safitri

LOVING A BILLIONAIRE
Penulis : Dita Safitri
Penyunting : Dewi Widyastuti
Desainer : Vidya Praswitasari
Penata Letak : Dessy Tantri Mirasari
Penerbit : BIP
Terbit : September 2013
Jumlah Halaman : 436 hlm
ISBN : 978-602-249-273-3

Book Sinopsis :

Jihoon, seorang pria miliuner, merasa kepulangannya ke Korea berada di waktu yang salah. Dia harus berurusan dengan harabeoji, dan tak ada satu pun keluarganya yang sudi membantunya. Sialnya lagi, Hana, seorang wanita yang setengah mati dia rindukan, telah membuatnya hancur.


Saat suasana hati Jihoon sangat buruk, dia bertemu dengan Taeyeon, sosok gadis yang nyatanya mampu membuat Jihoon menjalani hidup lebih baik dan menjawab impiannya.

Apakah benar Jihoon berada dalam waktu yang salah?

Loving A Billionaire : Cinta Akan menemukanmu

Loving A Billionaire mengisahkan tentang seorang Han Taeyeon yang tiba-tiba di kehidupannya yang sangat sederhana dijodohkan dengan calon pewaris JP Group Park Jihoon tanpa alasan yang jelas. Apalagi perjodohan itu dilakukan oleh kakeknya Jihoon sendiri. Keduanya tentu saja sangat terkejut. Pertemuan mereka yang awalnya sangat ricuh dan tidak bagus, tiba-tiba harus berurusan dengan perjodohan dan pernikahan yang tidak diinginkan keduanya selama jangka waktu 3 bulan. Sehingga mereka memutuskan untuk membuat perjanjian pranikah.


"Ini bukan pernikahan sungguhan. Ini adalah pernikahan pemecah masalah. Kamu bisa mendapatkan uang sebanyak yang kamu mau, dan aku akan terbebas dari tuntutan kakekku. Bagaimana adilkan?" - Jihoon (hlm. 64)

Bagi Taeyeon uang adalah segala-galanya baginya. Apalagi dengan kebutuhan keluarganya sendiri dengan kondisi ibunya yang membutuhkan sangat banyak uang membuat Taeyeon rela melakukan apapun, termasuk menyetujui semua hal tentang perjodohan itu termasuk isi perjanjian pranikahnya dengan Jihoon. Sedangkan Jihoon, demi mendapatkan kebebasan dari kakeknya, tidak mempermasalah perjodohannya. Yang penting di antara Jihoon dan Taeyeon nantinya tidak mencampuri urusan orang lain. Tapi, apakah mereka akan tetap tidak mencampuri urusan orang lain, di saat masalah dan rahasia keluarga masing-masing perlahan terungkap?

Di saat kehidupan pernikahannya mulai membaik dan perasaan nyaman satu sama lain di antara mereka berdua mulai terbentuk, tiba-tiba Jihoon dibingungkan dengan masalah kesalahpahamannya yang melibatkan Jung Hana seorang penyanyi terkenal. Gosip mulai menghubung-hubungkan keduanya punya ikatan hubungan kekasih. Di saat Jihoon melakukan konferensi pers Jihoon pun mengakui dengan tegas kalau Jihoon memang mencintai Hana sejak lama. Bagaimana dengan Hana, apakahn Hana akan menerima pengakuan Jihoon? Lalu bagaimana dengan nasib pernikahan Jihoo dan Taeyeon? Apa tanggapan Taeyeon terhadap berita yang lihatnya sedang menayangkan pengakuan cinta Jihoon terhadap Hana?

Di sisi lain, ada Jonghyun yang merupakan sepupunya Jihoon, sekaligus mantan pacarnya Hana. Jonghyun memutuskan hubungannya dengan Hana tanpa alasan yang jelas. Saat pertemuan pertamanya dengan Taeyeon dan terkejut dengan berita perjodohan yang dilakukan kakeknya, Jonghyun memutuskan untuk berteman dengan Taeyeon. Dan kedekatan pertemanan mereka mulai membentuk suatu rasa di hati Jonghyun. 

Bagaimana akhir dari semua kisah mereka akan berakhir nantinya? Di saat semuanya sudah di tempat yang seharusnya, tiba-tiba masa lalu yang sangat mengejutkan menghancurkan mereka semua. 

"Cinta itu tidak akan pernah menyakiti, kan? Tapi, kenapa bagiku rasanya menyukai seseorang itu sangat menyakitkan?" - Han Taeyeon (hlm. 247)

Loving A Billionaire - Dita Safitri

Membaca novel Loving A Billionaire ini seperti sedang menonton kisah Drama Korea. Benar-benar Korea banget deh, ditambah lagi dengan setting-nya, dan nama-nama tokohnya semuanya Korea (mungkin karena penulisnya pecinta Korea juga). Dari awal membacanya saya sudah beranggapan 'ohh ini pasti bakal seperti ini dan itu'. Namun, saat-saat di pertengahan dan konfliknya pun mulai panas dan lumayan rameai. Kenapa saya menyebutnya Ramai? Karena tidak hanya sang tokoh utamanya saja yang mengalami konflik, tapi tokoh-tokoh pendukungnya pun punyak konfliknya masing-masing, makanya saya bilang kalau konflik di novel ini lumayan ramai.

Novel ini sangat seru dari awal cerita hingga akhirnya. Walaupun temanya tentang perjodohan dan ada keterlibatan cinta segi tiga juga. Semuanya membuat novel ini lebih berwarna dan seru. Karena kisahnya tidak hanya melibatkan tokoh utamanya saja, tapi masih ada banyak tokoh-tokoh lainnya yang ikut mewarnai dan menambah keseruan di saat membaca novel ini. 


"Semua seperti sebuah cerita drama yang begitu menyakitkan untuk menjadi kenyataan. Kenyataan yang saat ini justru terjadi pada keluarganya sendiri." - Jihoon (hlm. 408)

Hubungan Han Taeyeon dan Jihoon tidak hanya melibatkan mereka berdua saja. Tapi ada Jonghyun dan Hana di tengah-tengah mereka yang kadang-kadang membuat saya kesal juga saat sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba muncul semacam hama - perusak hubungan orang. Kekacauan hubungan keduanya belum selesai dengan kemunculan dua hama saja, tiba-tiba saja melibatkan masa lalu keluarga mereka yang membuat keduanya lagi-lagi harus memilih. Di sini hubungan mereka memang benar-benar diuji. Di bagian ini saya terharu dan merasa sedih saat membacanya. Betapa mirisnya hubungan mereka berdua saat tahu apa alasan dibalik perjodohan mereka.

Ada Lee Jon yang merupakan juniornya Jihoon sekaligus bosnya Ham Injo, sahabatnya Taeyeon. Hubungan keduannya sangat manis. Dan keduanya pun mempunyai keterlibatan di dalam hubungan Taeyeon dan Jihoo. Cukup terhibur dengan kekompakan pasangan ini saat bagian di Jeju kedua.

Hubungan segi-tiga yang melibatkan adiknya Taeyeon, Han Kibum dengan dua gadis yang bersahabat baik sejak lama yaitu ada Sohyun dan adiknya Jonghyun, Le Jieun. Kisah Le Jieun ini sangat menginspirasi, karena walaupun mengidap penyakit jantung yang cukup parah tapi tidak membuatnya mengasihi hidupnya sendiri. Malah ia terlihat sangat ceria, tidak menampakkan kesedihan akibat penyakitnya dan juga tentang keluarganya yang kacau.

Yang terakhir tentu saja pasangan Jonghyun dan Hana. Hana yang masih mengharapkan cinta dari Jonghyun. Malah mendapatkan perhatian tiba-tiba yang datang dari Jihoon, sehingga membuatnya sedikit teralihkan dari Jonghyun. Sedangkan Jonghyun dibuat kacau dengan masalah keluarganya sendiri terutama penyakit adiknya, Le Jieun dan Ibunya. Sehingga membuatnya teralihkan sementara dari urusan asmara. Namun saat semuanya terkendali, siapakah yang akhrinya menjadi tempat persinggahan akhir hati dan cinta Jonghyun?

Di ceritakan dari POV orang ke-3 dari masing-masing tokohnya. Membaut saya memahami seperti apa perasaan tokohnya. Seperti Taeyeon di saat ia kebingungan antara harus memilih perasaannya sendiri atau ibunya yang sedang kritis. Jonghyun yang tidak mengerti dengan sifat misterius kakeknya sendiri, apalagi saat mengetahui satu fakta yang menjadi alasan kenapa Jonghyun dan adiknya tidak diperhatikan oleh ibu mereka. Di bagian ini bener-bener deh (miris banget). Namun tokoh Jonghyun ini sangat menginspirasi saya. Karena dengan kondisi keluarganya yang kacau tidak membuatnya ikut kacau, tapi Jonghyun tetap tegar demi adiknya yang sangat membutuhkannya walaupun tanpa ibunya. Sseorang kakak yang sangat peduli dan sayang terhadap adiknya. 

Untuk pasangan favorit saya tentu saja Jihoon dan Taeyeon. Hubungan mereka ini benar-benar sangat manis. Dengan tingkah Jihoon yang semena-mena terhadap Taeyeon ditambah lagi sifat perintahnya, huftt sangat menjengkelkan. Tapi dibalik itu  semua Jihoon sosok lelaki yang romantis dan juga manis. Mahir banget buat hatinya Taeyeon meleleh, seperti gula disaat dipanaskan langsung mencair.

Tapi sebelumnya saya merasa sedikit bingung saat pertama kali membuka halaman pertama kisah Taeyeon ini. Karena saya mendapati epilog-nya berada di awal bab. Bukankah seharusnya epilog itu berada di akhir cerita. Makanya saya sedikit bingung dengan buku ini. Karena kebetulan pun saya membacanya di Pustaka IJak, ntah memang novel fisiknya juga seperti itu atau yang di ebook pustaka saja yang seperti itu. 

Selain ceritanya yang bagus, novel ini juga terdapat beberapa pesan moral, salah satunya adalah 


Jangan pernah menyepelekan yang namanya pernikahan karena dijodohkan. Karena kita tidak akan tahu misteri apa yang tersimpan di kemudian hari karena perjodohan itu sendiri.

Overall, novel ini sangat recomended banget untuk dibaca. Apalagi bagi kamu yang menyukai kisah drama ala-ala Korea. Karena selain ceritanya yang manis, penuh konflik yang warna-warni, novel ini siap membuat kamu baper sebaper-bapernya. 

*pss. jangan lupa untuk menyiapkan tisu. Siapa tahu hal-hal yang tak diinginkan terjadi selama membaca novel ini ☺


R A T I N G



"Kamu akan menemukan impianmu, saat bertemu dengan orang yang benar-benar kamu cintai." - Aboenim Taeyeon (hlm. 430)

Sunday, 22 January 2017

MASTER POST | Indonesian Romance Reading Challenge 2017


Selamat malam semua...

Berhubung malam ini adalah malam senin (?) dan besok kita semua mulai beraktifitas seperti biasanya lagi *lambaikan tangan untuk long weekend). Jadi sebelum keberanian aku meluntur lagi seperti sebelum-sebelumnya, malam ini aku pun bergegas untuk segera memantapkan hati dan membuat Master Post IRRC2017 yang di selenggarakan oleh kak Kiky (rizkymirgawati.blogspot.co.id) dan kak Asri (peekthebook.blogspot.co.id). Tahun lalu hanya kak Kiky host-nya, tapi untuk tahun ini kak Kiky menggandeng sahabat barunya (kak Asri).

Sebenarnya kurang percaya diri juga untuk ikutan, karena kendala aku untuk challenge-challenge seperti ini ada di review-nya. Mood review aku semacam roller Coaster, naik turun. Januari ini ntah kenapa aku lebih gemar membaca dan review singkat di goodreads dari pada review di blog (semoga aja bulan depan semangat review aku kembali lagi). Namun setelah melihat-lihat Wrap Up teman-teman yang ikut challenge ini di tahun lalu, semangat aku jadi bangkit lagi nih. Apalagi untuk review-nya dibolehkan melalui Goodreads tidak harus di Blog.

Dengan tekad diri "Mereka aja bisa, kenapa aku nggak". Kalau ada keinginan dan kemauan pasti semuanya beres..

Untuk challenge IRRC2017 aku memberanikan diri untuk mendaftar di level Going Steady (membaca 26 - 40 buku). Nanti jika mood membaca aku lancar tidak ada halangan apa pun, aku akan naik level jika yang level Going Steady sudah terpenuhi.

Setiap challenge pasti ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan disanggupi oleh peserta tentunya. Dan untuk syarat challenge ini, diantaranya:

----- R U L E S -----

1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai 31 Desember 2017

2. Peserta wajib memasang button IRRC 2017 di sidebar blog masing-masing dan memberikan tautan balik ke link postingan kak Rizky atau yang ada di blog kak Asri

3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post para host. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini. Jika tidak membuat masterpost, mohon setelah mendaftarkan link blog dan juga alamat email di google form, sebutkan level yang akan kalian ambil di kolom komentar (para host). 

4. Bagi yang tidak punya blog, bisa membuat shelf di Goodreads dengan nama shelf "IRRC 2017" dan silakan daftarkan linknya di  google form dan sebutkan level yang akan kamu ambil di kolom komentar.

5. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2017  ini adalah:
- Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi

- Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri. 

- Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya.

- Buku yang dibaca minimal 150 halaman.

6. Diperbolehkan re-read atau membaca ulang. 

7. Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads. Jika sudah membuat review boleh juga loh di share di akun twitter kamu dan mention para host-nya @RizkyMirgawati dan @princessashr sertakan hastag #IRRC2017

8. Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti. 

9. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2016 berikut ini : 

Fling : membaca 1 - 10 buku 

First Date : membaca 11 - 25 buku

Going Steady : membaca 26 - 40 buku

Engaged : membaca 41 – 50 buku

Married : membaca lebih dari 50 buku

10. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 6 Januari 2017 sampai 30 November 2017 

11. Update reading progress akan dibuka di bulan April dan September 2017. Akan diadakan giveaway untuk peserta yang mengupdate progressnya saat link update dibuka.

-----
Sudah pada tahukan syarat-syaratnya. Dan yang paling menariknya adalah nanti di akhir challenge ini akan ada hadiah berupa voucher buku bagi yang memenuhi semua level.

So doakan aku yaa teman, semoga semangat membacaku tidak naik turun.

Happy Reading ☺

Saturday, 21 January 2017

BOOK REVIEW | Perfect Wedding - Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi

PERFECT WEDDING
Penulis : Putu Felisia, Catz Link Tristan, Achi Narahashi
Desainer Kover : Chyntya Yanetha
Penata Isi : Yusuf Pramono
Penerbit : Grasindo
Cetakan : Pertama, Februari 2015
Jumlah Halaman : 220 hlm
ISBN : 978-602-251-892-1

Book Sinopsis : 

JULIA

“Kenapa kamu terima lamarannya?"
"Karena dia sesuai dengan gambaran pria ideal gang selalu kita impikan. Kaya, tampan, mapan, baik, dan tidak pernah terlihat menggandeng, banyak pacar."

“Dia mengatakan perasaannya padamu?" Aku kembali menggeleng.

“Dia pernah menciummu?"

"Dia pernah memelukku... Oh! Dan berpegangan tangan saat foto prewed."

"Astaga, J..."

MEISHA
“Aku nggak tahu kenapa orang-orang masih ingin menikah. Mengetahui persiapannya saja sudah membuatku gila.""
“Serius, kamu benar-benar nggak tahu? Kamu perlu nikah karena kamu bisa ‘having fun‘ sepuasnya tanpa harus takut dosa!"

"Well, mungkin itu salah satu keuntungan pernikahan. Tapi menukarkan kebebasanku hanga untuk itu? Oh, tidak! Setidaknya aku memang, belum siap untuk itu."

OCTA
"Sebenernya menikah itu untuk apa? Aku selalu berpikir, pernikahan itu hanya tanda tangan di atas kertas perjanjian. Laki-laki memberi nafkah. Perempuan melayani seumur hidupnya. Mungkin akan ada hal-hal lain di dalam perjanjian itu Aku tak tahu, tapi... dengan semua yang terjadi, aku...


Thursday, 19 January 2017

MASTER POST | BBI Read and Review Challenge 2017

Selamat malam semua...

Malam ini aku ingin mengajukan diri untuk ikutan challenge yang di gagas langsung oleh BBI lohh. Berhubung ini kali pertamanya aku bisa ikutan juga, dan kebetulan lagi di bulan Januari 2017 ini aku bisa bergabung dan menjadi salah satu membernya BBI (Blogger Buku Indonesia). Syukurr alhamdulillah bangett deh pokoknya. Akhirnya impianku untuk bisa bergabung di BBI tercapai juga dan semoga aku bisa konsisten dan bertanggung jawab ke depannya.

Oke, abaikan sesi curhat. 
Salah satu keseruan bisa bergabung di BBI adalah karena ada challenge-nya *dan aku suka ☺, dan lagi kita bisa berkenalan, ngobrol, atau sharing tentang buku apapun dengan teman-teman blogger lainnya yang ada di seantero Indonesia. Kalau di tahun sebelumnya aku cuma bisa memandang postingan teman-teman blogger yang mengatasnamakan BBI *cuma bisa gigit jari, nah untuk tahun ini aku tidak gegara (gelisah, galau, merana) lagi, karena kali ini aku bisa ikut berpartisipasi di dalam event yang di adakan oleh BBI*yeeyyyy. 

Di tahun 2017 ini BBI membuat challenge berupa posting bareng dengan para blogger buku lainnya yang tentunya sudah menjadi anggota dari BBI yaitu Read and Review Challenge 2017


Read and Review Challenge 2017 ini adalah berupa postingan bareng dengan teman-teman BBI lainnya. Posting bareng tahun ini menggunakan format reading challenge dan sistem point, yang di kategorikan ke dalam kategori single point dan kategori ten point. Dan di akhir tahun nanti siapapun yang mampu mengumpulkan jumlah point terbanyak akan mendapatkan Merchandise dan bookish goodies dari Div. event BBI.


Untuk syarat-syaratnya yang harus dipenuhi adalah :
  1. Peserta harus anggota BBI aktif 
  2. Memasang button Read and Review Challenge pada blog dan ditautkan kembali pada postingan BBI yang membahas tentang challenge ini
  3. Tidak wajib untuk membuat Master Post dan tidak ada post rekap di akhir tahun
  4. Durasi, tanggal membaca, dan dan time stamp mereview pada blog adalah mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2017.
  5. Link/tautan yang dimasukkan ke dalam linky harus berupa blog post, bukan review dari Goodreads, dan bukan berupa quick review/quick post
  6. Buku yang direview adalah buku-buku berformat fisik maupun digital yang sudah diterbitkan, kecuali membaca dari situs (Wattpad, Fanfiction, dll). Ukuran dan tebal buku tidak dibatasi
  7. Satu buku/review hanya boleh dimasukkan ke dalam satu linky, tidak boleh double entry
  8. Untuk tema-tema 10 point, point baru akan dihitung jika semua entry yang disyaratkan sudah dimasukkan

Gimana-gimana? Ada yang tertarikkah untuk ikutan juga?

Oiya, untuk format reading challenge dan sistem point-nya kamu bisa langsung membacanya disini secara GRATIS ☺. 

Happy Blogging ☺

MASTER POST | Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017


Selamat pagii semuanya..

Di pagi yang cerah ini aku ingin mengadu nasib kepada kalian semua dengan mengatakan bahwa kalau aku 'resmi' ikut mendaftarkan diri pada challenge Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017 yang di gagas oleh kak Ira. Di tahun sebelumnya (2016) aku belum percaya diri untuk ikutan, karena kunjunganku ke perpustakaan masih bisa dihitung dengan jari. Nah, kebetulan bangett di tahun ini syarat untuk PBBP2017-nya boleh meminjam buku di pustaka digital, jadi sedikit membantu aku nantinya jika kunjungan ke pustakanya kurang memadai ☺.

Okee. 
Lanjut ke syarat-syaratnya. Bagi kamu-kamu yang juga ingin mengikuti Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017 sama sepertiku, kalian bisa menyimak syarat-syaratnya di bawah ini :

  1. Pinjam dan baca buku dari perpustakaan di kota kalian. Perpustakaannya bisa perpustakaan daerah/kota, perpustakaan provinsi, perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, taman baca, dsb. Oiya, untuk perpustakaan digital juga dibolehkan untuk ikut serta.
  2. Periode baca bukunya dari tanggal 1 Januari – 31 Desember 2017.
  3. Share foto buku + kesan singkat kalian setelah membaca buku tersebut atau link review (kalau kalian mereview bukunya) di akun Twitter kalian dengan hashtag #bacabukuperpus2017 dan mention akun Twitter kak Ira di @irabooklover. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat di foto sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan. Yang baca dari perpustakaan digital, share screenshoot bukunya di aplikasinya ya.
  4. Yang mereview bukunya di blog, jangan lupa pasang button Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017 di blog kalian juga. Sertakan juga buttonnya di setiap post review yang kalian buat :). Tautkan balik buttonnya ke post ini.
  5. Masukkan link share Twitter kalian di MisterLinky yang ada diakhir post kak Ira (klik disini). Semua link yang masuk akan di undi pada tanggal 1 Januari 20181 link terpilih akan mendapat hadiah berupa buku pilihan sendiri senilai maksimal Rp100.000. Hadiah bisa bertambah sesuai situasi dan kondisi 😀
  6. Kalian boleh memention kak Ira berkali-kali untuk satu buku yang sama. Kalian juga bisa men-share di akun medsos kalian yang mana saja, tapi link yang harus kalian masukkan dan yang akan di nilai cuma link share via Twitter.
  7. Silakan membuat Master Post dan Wrap Up Post untuk proyek ini.
*Jika ada yang kurang paham, bisa langsung ditanyakan pada kak Ira-nya selaku host dari Proyek Baca Buku Perpustakaan 2017.

Nahh gimana dengan syarat-syaratnya? sangat mudah bukan. Makanya yukk ikutan, sekalian kita juga bisa meramaikan perpustakaan yang ada di daerah kita masing-masing dan tentunya bisa menyebarkan virus 'maut' membaca buku-buku yang ada di perpustakaan.

Wednesday, 18 January 2017

Book Quotes | Revered Back - Inggrid Sonya


"Ada berbagai macam cara manusia mencintai orang yang dicintainya. Di antara banyaknya cara, mengagumi diam-diam adalah yang paling menyakitkan. Dan perasaan yang terlalu lama diendap dalam-dalam tanpa balasan itu ... sama menyakitkannya." (Mading Kelas - hlm 1)

"Mengendapkan perasaan terlalu lama untuk orang yang dincintai tanpa sedikit pun balasan berpotensi melukai hati secara bertahap." (Jana - hlm.3)

"Bukti yang autentik itu perlu dalam setiap penyelesaian masalah." 
(Dimi - hlm. 4)

"Karena realitanya, di hidup ini nggak ada cerita yang benar-benar berakhir bahagia." (Jana - hlm. 33)

"Jangan pernah berharap lebih sama gue sebelum lo tahu siapa diri lo sebenarnya." (Dimi - hlm. 36)

"Sejelek-jeleknya dia di mata orang, dia juga ciptaan Tuhan. Kamu tahu kan kalau ciptaan Tuhan itu selalu sempurna. Jadi, seburuk apa pun di antara paling buruk ciptaan Tuhan, pasti akan ada kebaikan di antaranya." (Gwen - hlm. 40)

"AKU MENCINTAINYA, KAU mencintainya juga, dan dia mencintai kita berdua. Bagiku itulah definisi cinta segitiga." (Mama Jana - hlm. 42)

"Cinta segitiga adalah gabungan tiga orang yang terhubung karena cinta." 
(hlm. 43)

"... Ibarat sebuah film, hidup adalah sebuah panggung sandiwara. Yang memerlukan tokoh-tokoh terkait untuk menghidupkan film itu. Tokoh yang lebih dari dua adalah hal mutlak utnuk sebuah film. Dan jika tokohnya tinggal satu orang, tanpa tokoh pembantu, atau lawan, bisa dikatakan film itu telah berakhir, bukan?." (Jana - hlm. 117)

"..., bunuh diri hanya dilakukan oleh orang-orang yang kalah. Orang-orang yang menyerah pada hidup. Dan orang-orang bodoh yang mempunyai sikap ... pengecut." (Cakra - hlm. 123)

"Kalau aja lo bisa melihat dunia ini lebih luas, lo bakal tahu alasan lo untuk berjuang melawan kehendak hidup. Tapi, untuk kita yang sekarang bernasib buruk, satu-satunya yang bisa kita lihat adalah diri kita sendiri. Jadi, kalau emang lo merasa nggak punya siapa-siapa lagi untuk lo perjuangin di dunia ini, lo bisa perjuangin diri lo sendiri ... ." (Cakra - hlm. 170)

"Cara paling ampuh untuk menghilangkan luka adalah memaafkan." 
(Cakra - hlm. 184)

"Tunjukin apa yang lo bisa, Na. Bukan apa yang lo punya." (Dimi - hlm. 194)

"Berada di posisi puncak tak selalu membuat manusia bahagia." (hlm. 223)

"PENYESALAN ITU DATANG ketika semua tak bisa lagi dia selamatkan, hadir kala semuanya tak bisa dia perbaiki lagi, dan ada saat semuanya tak bisa diulang kembali." (hlm. 224)

"Ada berbagai macam cara manusia untuk bertahan dari rentetan masalah hidup. Dan di antaranya, manusia  membagi diri menjadi pribadi-pribadi baru - demi menutupi kelemahannya." (Cakra - hlm. 227)

"Orang-orang yang berada di puncak piramida kekuasaan adalah orang-orang yang kesepian." (Cakra - hlm. 227)

"Hidup tidak selalu sedih. Tidak juga selalu bahagia. Untuk menulis kisah indah di dalamnya, hidup butuh kedua hal itu. Tidak melulu senang, hidup tetap butuh kesedihan agar dapat merasakan sesuatunya lebih dalam. Dan tidak melulu tepat waktu, hidup kadang butuh terlambat untuk menyadari kesalahpahaman yang terkadang tak sengaja diciptakan." (hlm. 407)

"... cinta ada bukan untuk menghancurkan seseorang, tapi cinta ada untuk membuat manusia bisa menjadi lebih baik." (Jana - hlm. 409)


Thursday, 12 January 2017

Book Quotes | Critical Eleven - Ika Natassa



* Berani menjalin hubungan berarti berani menyerahkan sebagian kendali atas perasaan kita kepada orang lain. Menerima fakta bahwa sebagian dari rasa kita ditentukan oleh orang yang menjadi pasangan kita. (hlm. 8)

* Kadang hidup lebih menyenangkan saat kita tidak punya ekspetasi apa-apa. (hlm. 14)

* Toko buku itu bukti nyata bahwa keberagaman selera bisa kumpul di bawah satu atap tanpa harus saling mencela. ... Bookstores are the least discrimination place in the world. ... (hlm. 14)

* Waktu adalah satu-satunya hal di dunia ini yang terukur dengan skala sama bagi semua orang, tapi memiliki nilai berbeda bagi orang yang sedang sesak napas kena serangan asma, dengan orang yang sedang dimabuk cinta. (hlm. 17)

* Sebagai laki-laki, tugas utama kita adalah mengambil pilihan terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang dekat dan tergantung pada kita. (hlm. 31)

* Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu. (hlm. 34)

* Cinta itu untuk dirasakan sendiri kan, bukan untuk dijelaskan ke orang lain? (hlm. 36)

* Hidup memang tidak pernah sedrama di film, tapi hidup juga tidak pernah segampang di film. (hlm. 40)

* Kata orang, saat kita berbohong satu kali, sebenarnya kita berbohong dua kali. Bohong yang kita ceritakan ke orang, dan bohong yang kita ceritakan ke diri kita sendiri. (hlm. 57)

* Tidak ada yang bisa mengerti kecuali pernah mengalami rasanya saat kebahagiaan orang lain justru mengingatkan kesedihan diri sendiri. (hlm. 93)

* Waktu akan menyembuhkan semua luka, namun duka tidak semudah itu bisa terobati oleh waktu. Dalam hal berurusan dengan duka, waktu justru sering menjadi penjahat kejam yang menyiksa tanpa ampun, ketika kita terus menemukan dan menyadari hal baru yang kita rindukan dari seseorang yang telah pergi itu, setiap hari, setiap jam, setiap menit. (hlm. 95)

* Hujan dan kenangan bukan perpaduan yang sehat untuk seseorang yang sedang berjuang melupakan. (hlm. 190)

* Tuhan memang penulis cerita cinta yang nggak ada duanya. (hlm. 209)

* Namun jika sudah takdir, nggak akan ada yang bisa menghentikan seluruh semesta ini berkonspirasi untuk membuat yang harusnya terjadi itu terjadi. (hlm. 210)

* Air dingin nggak bisa membunuh kenangan. Demikian pula dengan pisau, pistol, parang, celurit, api, granat ataupun rasa benci. (hlm. 226)

* Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita. (hlm. 254)

* Apakah di surga nanti kita bisa memperoleh semua hal yang kita inginkan yang tidak bisa kita alami dan rasakan di dunia? (hlm. 255)

CRITICAL ELEVEN : Cinta vs 11 Menit Pertama di Pesawat

Judul Buku : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Editor : Rosi L. Simamora
Desain Sampul : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 344 hlm
Cetakan : Pertama, 2015
ISBN : 978-602-03-1892-9

Sinopsis :



Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.


In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
 

Kilas Balik Critical Eleven

Pernikahan bukan akhir dari sebuah cerita happy ending, tapi awal dari sebuah perjalanan yang diperankan oleh dua orang di dalamnya yang saling bersinggungan. Saling percaya satu sama lain, menjalin komunikasi, saling berbagi cerita - baik itu senang maupun yang tidak - dan masih banyak lagi hal-hal lainnya. Dan hal itulah yang menjadi problema di dalam pernikahan antara Ale dan Anya. 

"...., Bandara itu seperti tempat perpisahan sementara. A temporary break form my mundane life." (hlm. 5)

Ale dan Anya adalah sepasang suami istri yang dulunya selalu diliputi kebahagian. Bahkan Ale dan Anya di nobatkan sebagai pasangan couple yang romantis oleh sahabat Anya. Pertemuan pertama tanpa di sengaja oleh keduanya di dalam pesawat. Berlanjut dengan pertemuan kedua mereka setelah pertemuan pertama mereka di pesawat sebulan kemudian. Lalu hubungan yang intens selama tujuh hari, dan memutuskan berpacaran setelahnya. Setahun setelahnya, Ale melamar Anya dengan anggukan tegas dan jawaban iya dari Anya, keduanya pun melangsungkan pernikahan. 

Walaupun pernikahan mereka selalu di temani oleh jarak yang cukup jauh, tidak membuat hubungan keduanya tidak baik-baik saja. Pernikahan mereka awalnya baik-baik saja tanpa masalah yang berarti. Hingga sebuah tragedi yang seharusnya bisa mereka selesaikan bersama-sama malah hancur di persimpangan pernikahan yang berumur 4 tahun. Dan itu di karenakan satu kalimat yang terucap dari mulut Ale. Hal itu juga yang membuat Anya sangat membenci Ale sekaligus mencintai suaminya.

"Berani menjalin hubungan berarti berani menyerahkan sebagian kendali atas perasaan kita kepada orang lain." (hlm. 8)

Critical Eleven - Ika Natassa

Ini merupakan karya Ika Natassa yang saya baca setelah Antologi Rasa dan The Architecture of Love. Dan TAOL adalah karya pertama Ika Natassa yang saya baca juga yang membuat saya langsung jatuh cinta dan penasaran dengan semua karya-karya lamanya. 

Jika kalian sudah membaca dua buku Ika Natassa, pasti akan langsung membekas di benak kalian ciri khas dari seorang Ika Natassa di setiap buku-bukunya. Yupp, di antaranya ada bahasa Inggris yang menjadi kelebihan sekaligus kekurangan dari karyanya dan gaya berceritanya yang informatif sangat khas sekali sang penulis. Penulis yang memiliki gaya tulisan yang unik. Lebih banyak mengangkat latar kehidupan dan beberapa masalah yang kekinian.

Untuk Critical Eleven penulis mengisahkan tentang problema sebuah pernikahan dari pasangan Ale dan Anya. Padahal di awal pernikahan mereka termasuk salah satu pasangan yang harmonis dan bahkan romantis. Hingga di suatu hari musibah melanda keduanya, cinta mereka diuji, dan bahtera rumah tangga mereka dipertaruhkan.

Jika kalian berada di posisi Anya, hamil 9 bulan, melahirkan dalam kondisi bayi sudah tidak bernyawa, siapa yang harus di salahkan? Belum cukup sampai disitu, tiba-tiba Ale dengan mudahnya mengeluarkan satu kalimat yang mampu membuat Anya bertanya-tanya salahkah ia yang memilih Ale sebagai suaminya dulu? Cinta dan masa lalu seakan tidak pernah ada. Untuk apa sebuah pernikahan jika salah satu dari mereka malah menyalahkan yang lainnya. Bukankah sebuah pernikahan untuk saling medukung satu sama lain, agar pondasi sebuah pernikahan semakin kuat bukannya semakin goyah.

"Tuhan memang penulis cerita cinta yang nggak ada duanya." (hlm. 209)

Cara penulis menyisipkan bagaimana agama islam menuntun umatnya, ketika sedang mendapat ujian dan cobaan, termasuk ujian rumah tangga. Seperti Ale yang bahkan saya tidak pernah terpikirkan kalau Ale akan melaksanakan shalatnya, bersujud menghimpun petunjuk dari Tuhan. Namun yang sangat saya sayangkan Ale dan Anya beragama Islam tapi kenapa mereka malah memelihara anjing di dalam rumah. Bukankah Anjing haram hukumnya bagi umat islam.

Yang paling menarik dari setiap buku-bukunya Ika Natassa adalah sudut pandang dan cara penyampaian ceritanya. Di Critical Eleven penulis menggunakan POV 1 antara Ale dan Anya secara bergantian. Sehingga membuat pembaca merasa lebih dekat dan bisa memahami seperti apa perasaan mereka masing-masing. Sehingga tak ayal membuat saya gregetan sendiri dengan tingkah keduanya, Anya yang plin-plan; cinta tapi benci ke suaminya sendiri. Dan Ale yang kurang peka, tidak sadar diri untuk segera bertindak dan mengambil keputusan, supaya masalah yang mereka hadapi tidak berlarut-larut. Penulis juga mampu menggambarkan satu kejadian yang sama antara Ale dan Anya melalui POV 1. Sehingga kita sebagai pembaca bisa ikut merasakan perasaan keduanya tanpa harus menyalahkan satu sama lain.

"Hidup memang tidak pernah sedrama di film, tapi hidup juga tidak pernah segampang di film." (hlm. 40)

Alur ceritanya yang mengalir pun sangat menarik perhatian saya. Karena diceritakan secara alur mundur. Untuk perpindahan ceritanya dari masa sekarang ke flashback pun sangat rapi. Kalau boleh jujur saya bahkan lebih tertarik dengan flashback-nya dari pada inti ceritanya sendiri. Karena flashback-nya membuat alur ceritanya semakin hidup dan sama sekali tidak mengganggu jalan ceritanya sendiri, malah semakin membantu dan saling melengkapi. Dan yang menjadi flashback favorit saya adalah saat Ale memilih dan membeli cincin lamaran untuk Anya ☺ (penasaran untuk adegan filmnya, kira-kira Reza berhasil tidak yaa untuk adegannya disini).

Untuk karakternya saya sangat mendambakan sosok Ale. Ale yang dewasa. Sebesar apapun badai yang sedang menerpa hubungan pernikahannya, Ale akan tetap bersikeras dan bahkan akan melakukan apapun demi mempertahankan pernikahannya (salut banget buat Ale). Walaupun sebab awal masalah yang timbul di karenakan Ale, tidak membuat saya timbul rasa benci terhadapnya, walaupun di awal-awal sempat juga kesal dengan kalimat yang dilontarkan Ale terhadap Anya. Namun setelah melihat usaha Ale untuk bisa berbaikan dengan Anya timbul rasa simpati. Sosok yang ternyata mempunyai hati yang rapuh jika sudah berhadapan dengan Anya, namun memiliki pemikiran yang dewasa, cara Ale menyikapi masalahnya dengan Anya sangat menarik perhatian. 

Untuk karakter Anya sendiri, sedikit di sayangkan. Karena cara Anya menyikapi masalah rumah tangganya. Rasanya tidak masuk akal, karena ia lebih memilih melarikan diri dari pada menyelesaikannya langsung. Apalagi dengan ending-nya membuat saya bertanya-tanya dengan sikap Anya yang sebelumnya yang selalu menolak kehadiran Ale. Dari sini mungkin penulis ingin menyimpulkan bahwa setiap orang pasti berbeda-beda dalam menyikapi masalah hidupnya dan setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda tidak semuanya sama.

Saya agak kesulitan jika ditanya bagian dari novel ini yang menjadi favorit, karna banyak sekali adegan yang sangat berkesan bagi saya. Misalnya monolog Ale dan Anya yang seolah mengajak pembaca untuk merenung. Ciri khas Ika Natassa terlihat jelas disini. Awalnya beliau (melalui Ale dan Anya) membeberkan fakta-fakta menarik seputar banyak hal (pengetahuan umum), sebelum membahas masalah yang sesungguhnya. lumayan bisa menambah pengetahuan dengan cara yang fun dan tidak membosankan. 

"Namun jika sudah takdir, nggak akan ada yang bisa menghentikan seluruh semesta ini berkonspirasi untuk membuat yang harusnya terjadi itu terjadi." (hlm. 210)

Ada satu adegan dramatis yang membuat kerja jantung saya was-was. Saat perayaan ulang tahunnya Ale. Adagan ini sangat membekas di pikiran saya (penasaran kejadian seperti apa? baca deh bukunya). Dan saya sangat-sangat penasaran bakal seperti apa adegan versi nyatanya, apakah akan sedramatis di bukunya. Semoga saja iya.

Adegan-adegan yang melibatkan interaksi Ale dan keluarganya lumayan menjadi bagian favorit saya. Saya menyukai cara penulis menggambarkan hubungan antara Ale dan ayahnya, yang meski awalnya kurang harmonis, namun pada akhirnya terlihat sekali bahwa sang ayah sangat menyayangi Ale, dan sebaliknya, Ale yang sangat menghormati ayahnya. Hubungan antara Ale dan Harris (sang adik) pun cukup ampuh menjadi pencerah dalam novel yang bernuansa sendu ini.

Setiap kisah, pasti memiliki pesan moral yang ingin di sampaikan penulis melalui ceritanya. Dan pesan moral yang di sampaikan melalui Critical Eleven ini, di antaranya adalah; 
- Pernikahan bukan hanya antara suami dan istri, tapi tentang dua pihak keluarga. Maka janganlah kamu bermain-main dengan sebuah pernikahan. 

- Jangan kamu berpikir, jika sebuah pernikahan adalah akhir dari sebuah cerita happy ending, tapi pernikahan adalah awal dari sebuah cerita antara kamu dan dia.

- Tidak semua yang kamu inginkan, akan kamu dapat. Maka belajarlah untuk menerima apa yang sudah ada, dan bersabar serta ikhlaslah jika kamu belum mendapatkan apa yang kamu inginkan.

Selain kisah Ale dan Anya, di dalam buku ini juga bertebaran kutipan-kutipan yang menarik dan penuh inspiratif bagi pembaca. Kutipan yang sederhana namun membekas bagi pembaca, bahkan kutipan tentang Kota Jakarta. Karena melalui buku ini banyak pelajaran hidup yang di dapat tanpa menggurui. Untuk kumpulan kutipan favorit-nya bisa di baca disini.


"Ada yang bilang Jakarta itu, jika diibaratkan dalam sebuah hubungan, adalah seperti pasangan yang abusive, yang selalu menyiksa, yang membuat kita berulang kali mempertanyakan arti kasih sayang dan cinta, yang menguji kesabaran setiap kali dia memukul kita berulang-ulang, but yet we stay. Yet we don't leave." (hlm. 143)

Bagi kamu yang menyukai kisah romantis, terutama penggemar metropop, Dan ingin mengetahui sisi lain dari kota Jakarta, juga tentang rasanya mencintai dan di cintai dengan tulus, buku ini wajib untuk kamu baca.

Fyi, kehadiran Harris dalam cerita ini tak sekadar sebagai cameo biasa loh, namun sekaligus menjawab rasa penasaran pembaca atas nasib Harris Risjad dan Keara di Antologi Rasa ☺.

R A T I N G


"Kalau kita sudah memilih yang terbaik, seperti ayah memilih ibu dan kamu memilih istri kamu, seperti kita memilih biji kopi yang terbaik, bukan salah mereka kalau rasanya kurang enak. Salah kita yang belum bisa melakukan yang terbaik sehingga mereka juga menunjukkan yang terbaik buat kita." 
(hlm. 56)


Tentu saja ada kesenangan dan rasa puas bagi setiap orang, bukan hanya si penulis tapi juga penikmat buku itu tersendiri jika melihat buku yang menjadi hasil karyanya maupun yang menjadi favoritnya difilmkan. 

Pertama kali mendengar kabar tentang novel ini di angkat ke layar lebar, rasanya luar biasa banget dan langsung membayangkan siapa artis yang kira-kira cocok memerankan tokoh Ale, Anya dan terutama Harris (ini sosok yang sangat-sangat membuat saya penasaran). Jujur, untuk Ale saya tidak mendapatkan hasil untuk sosok nyata Ale. Tapi, saat melihat postingan dari beberapa teman yang mengatakan bahwa Reza Rahardian yang menjadi Ale saya rasanya kok kurang, ntahlah. Reza menurut pandangan mata saya wajahnya itu raut wajah yang serius. Ale kan mempunyai watak nakal apalagi jika sudah berduaan dengan Anya, nah disini yang saya kurang sreg dengan Reza. Saya malah membayangkan akting Reza di Habibi & Ainun jika Reza beradu akting dengan sifatnya Ale. hehehe... Semoga saja perannya sebagai Ale tidak mengecewakan fans setianya Aldebaran Risjad nantinya. 
Gimana dengan Adinia Wirasti? Hmmm,, kalau mbak satu ini saya sihh tidak bisa menghasilkan bidikan yang pas untuk karakter Anya. Mungkin karena saya kurang mengenali sosok Adinia. 
Untuk peran Harris, ntah kenapa langsung tercetus di benak saya adalah sosok Dimas Anggara. Karakter Harris dengan  wajahnya Dimas ada kecocokan tersendiri menurut pandangan saya yaa. Walaupun demikian, siapapun nanti yang akan memerankan sosok Harris semoga saja tidak menghilangkan ciri khas dan daya tarik dari seorang Harris Risjad.



Well, setiap pemilihan siapapun artisnya untuk memerankan tokoh hidupnya, pasti sudah di pilih dengan hasil yang maksimal. Saya hanya bisa berharap semoga filmnya tidak kalah keren dengan isi bukunya. Untuk endingnya saya sangat berharap kalau versi filmnya lebih klimaks lagi di banding yang versi bukunya. Penyelesaian konfliknya juga agar lebih reaistis lagi kalau di filmnya, tidak to the point. Kalau yang di buku kok rasanya seperti di paksakan harus 'seperti itu'. Semoga di filmnya lebih nendang lagi.

Satu lagi yang membuat saya penasaran adalah siapa yang akan menggantikan peran Jacky (si Anjing)? Kalau di bayangan saya sih sosok jacky (mungkin) akan diganti dengan seekor kucing (?). Walaupun sangat di sayangkan sih kalau benar-benar diganti, karena peran Jacky di Critical Eleven ini juga sangat berperan penting lohh.



Nah, untuk bagian ini yang menjadi favorit saya di setiap film, soundtrack-nya. Saya sudah membayangkan suaranya Melly Goeslow dan Tulus yang mengisi suasana haru, romantis pokoknya semuanya deh di film ini. Suara mereka tuhh cocok banget, apalagi kalau lagu-lagu yang mellow, Melly dan Tulus bangett.

Harapan saya untuk film Critical Eleven adalah semoga filmnya nanti tidak kehilangan sensasi rasa nano-nanonya (apalagi skenarionya yang di tulis oleh seorang Jenny Yusuf). Soundtrack-nya bagus-bagus (bisa membuat siapapun yang mendengar bisa ikut merasakan kehilangan, kesedihan dan kekecewaan yang di alami oleh Anya dan juga Ale alias 'Baper'). 
Dan yang terakhir selamat menanti tayangan filmnya untuk kita semua ☺☺☺