Sunday, 28 February 2016

Wishful Wednesday 1 | Birthday - 4


Wisful Wednesday. Untuk yang baru dengar atau baru ngeliad di blog lain, mungkin bertanya 'apa tuh Wisful Wednesday?'. Sama. Aku juga. Waktu aku lagi berpetualang lirik-lirik para blogger buku, ada penampakan tentang Wisful Wednesday ini di blog perpuskecil.wordpress.com punyanya kak Astrid. Dan postingan tentang Wisful Wednesday ini sungguh membuat aku SYOK. tau nggak postingannya udah ada 183. Hahaha... Dan aku baru 1 alias SATU. :D :D 

Rasanya pengin nangis meraung-raung.. Kenapa aku telat kali tau yaa tentang Wisful Wednesday ini. :( . Mungkin belum jodoh kali yaa..
Oke. Bagi yang penasaran asal-muasal ww pertamanya bisa langsung lirik ke Bloknya kak Astrid.

Dan untuk Tahun ini dan tepatnya bulan Februari ini mungkin berkah kali ya untuk aku. hehhe. Untuk yang pertama kalinya mulai aktif lagi di blog, mulai rajin review buku yang aku baca, mulai ngalor-ngidul dengan para Blogger Buku, dan untuk pertama kalinya aku ikutan Wishful Wedenesday bertepatan dengan Ulang Tahunnya ww ini di blognya kak Astrid yang udah berjalan ke 4 tahun. *Luar biasa. Dan juga tepat dengan adanya GiveAway loh, dan aku langsung semangat. heheh. 

Oya sebelumnya aku mau ngucapin Selamat Ulang Tahun untuk Wisful Wednesday-nya kak Astrid yang ke - 4 semoga makin bertambah banyak yang ikutan dan bertahan lama yaa kak.. 


Oke.. Sekian ngalor-ngidulnya tentang Wisful Wednesday-nya.

***
Di kesempatan Give Away kali ini *semoga aja beruntung. Ada beberapa novel yang pengin banget aku baca dan aku miliki. di antaranya novel Romansick dengan Critical Eleven. Kenapa aku milih dua novel ini, karena ada beberapa blogger buku yang ngereview novel ini sangat membuat aku penasaran. Dan juga di BukuBuku.com dua novel ini termasuk dalam novel BestSeller.


Judul : Romansick
Penulis : Emilya Kusnaidi
Harga setelah Diskon : IDR 46.400 (di Buka Buku)

Her life was almost perfect. Pekerjaan sebagai editor di majalah fashion ternama, rekan kerja yang baik hati meskipun doyan gosip, serta dua sahabat cowok yang selalu ada ketika dibutuhkan. So what a girl could ask for more? Well, please underline the ‘almost’ part.

Audrey ‘Dre’ Kahono jatuh cinta setengah mati dengan Eren,sahabatnya––namun nggak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan hal itu. Sebuah pengakuan mendadak dari Eren membuatnya terseret dalam insiden penuh kesialan yang berujung pada serentetan drama baru; pertemuan tanpa sengaja dengan Austin yang moody setengah mati, insiden di pelataran parkir, dan belum lagi soal liburan ke Bintan yang mendadak namun berakhir mengejutkan!

Austin yang persisten mendekati Dre membuat Dre kesal tapi lama-lama suka. Nah, masalahnya, ketika Dre mulai dekat dengan cowok lain, Eren malah kelihatan uring-uringan. Belum lagi drama antara Dre dan Eren berakhir, Austin malah menambah drama baru dalam hidupnya...



Judul : Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Harga setelah Diskon : IDR 63.200 (di Buka Buku)

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu.It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.


In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.


Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.


Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.


Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.


***

Semoga saja di Wisful Wednesday yang pertama aku ikutin ini aku beruntung yaa. Dan bagi kalian yang juga mau ikutan Give Away Wisful Wednesday ini bisa langsung Cek langsung di blognya Kak Astrid Book To Share. Batas waktu Give Away ini berlangsung sampai tanggal 29 Februari 2016 tepatnya di hari Senin.


Wednesday, 24 February 2016

Book Review | Seven Days by Rhein Fathia

Baca juga yaa... [Book Review | Gloomy Gift by Rhein Fathia]

***
Judul : Seven Days
Penulis : Rhein Fathia
Penrbit : Qanita | PT. Mizan Pustaka
Penyunting : HP Melati
Proofreader : Yunni Yuliana M.
Desainer Sampul : Aditya Satyagraha
Pengarah Desainer Sampul : Dodi Rosadi
Desainer Isi : Nono
Halaman : 296 hlm
Tahun Terbit : 2013
Cetakan Pertama : Februari 2013
ISBN : 978-602-9225-72-3
(Bisa dibeli di Bukupedia.com)

Book Sinopsis :

Tujuh Hari Bersamamu

Days 1
Selamat pagi, Pantai Kuta. Selamat pagi, Shen.

Days 2
Ah, kamu membawaku ke Pasar Seni Sukowati, tempat favoriteku.

Days 3
Sendratari Ramayana ini membuatku bertanya-tanya, apa aku sudah bertindak tidak setia?

Days 4
"Aku juga punya rasa takut. Aku takut kamu terluka!

Days 5
Seminyak, kamu, kejutan, dan pantai di malam ini.

Days 6
Pantai Padang-Padang ini menjadi saksi kamu mengacaukan semuanya...

Days 7
Bandara Ngurah Rai. Kami, sepasang sahabat sejak kecil, yang kinibersikap seperti orang asing...

***
Let's Go To Review...

Cukup pasaran kali yaa kalau ada cerita tentang sahabat berubah menjadi cinta. Tapi berbeda dengan novel karyanya Rhein Fathia yang satu ini loh. Walaupun cerita antar sahabat menjadi cinta tidak menyurutkan semangat penulis kece seperti Rhein Fathia ini. Penyajian ceritanya berbeda-beda. Dan terbukti novel ini menjadi pemenang pertama dalam lomba penulisan Romance yang diadakan oleh Penerbit Qanita.

Seven Days Tujuh Hari Bersamamu karyanya Rhein Fathia ini merupakan novel yang menceritakan kisah tentang seorang gadis yang beranjak usia 25 tahun yang terjebak diantara 2 lelaki yang sama-sama mencintainya.

Alnilam Rahma Soemita. Yang disapa Nilam oleh sahabatnya Shein Luthfi Ardiwinata, yang berusia 25 tahun ini bekerja disebuah perusahaan sebagai Desain Freelance sedangkan Shen bekerja disebuah Biro Arsitek. Dan mereka sama-sama memiliki hobi melukis dan pencinta lukisan dan langit bahkan nama mereka sama-sama diambil dari sebuah rasi Bintang Orion.

Karena hubungan persahabatan mereka sudah terjalin dari kecil dan sudah sangat dekat, Nilam selalu mengikutsertakan Shen dalam setiap langkah kehidupannya. Shen tahu pria mana-mana saja yang menjadi pacar Nilam atau yang menjadi mantan-mantannya Nilam. Termasuk pacarnya yang sekarang yang bernama Reza yang sudah menjalin hubungan selama 3 tahun, bahkan reza telah melamarnya tetapi belum diberi keputusan jawaban oleh Nilam.

Untuk ukuran seorang laki-laki Reza termasuk kedalam kategori pria idaman. Tampan, sopan, sabar, pekerja keras, dan tidak posesif. Serta gigih dan tidak putus asa ketika mendekati Nilam. Hal inilah yang membuat Nilam jatuh hati kepada sosok Reza. Walaupun hubungan mereka jarak jauh, dengan dengan menjaga kepercayaan dan kesetiaan masing-masing, hubungan mereka berjalan dengan baik hingga 3 tahun lamanya.

Hubungan persahabatan, kepercayaan dan kesetiaan yang sudah mereka jalani selama ini perlahan berubah ketika Shen tiba-tiba mengajak Nilam untuk berlibur ke Bali dengan alasan Shen untuk yang terakhir kalinya sebelum Nilam terikat pernikahan dengan orang lain hingga membuat kebersamaan mereka berkurang. Dan Nilam yang awalnya ragu akhirnya mengiyakan dengan izin Reza pastinya melalui Shen. Ntah apa yang dikatakan Shen dengan Reza hingga reza memberi izin Nilam pergi dengannya ke Bali, kota yang penuh dengan nuansa langit dan pantai yang indah, eksotis yang sangat memanjakan mata tersebut.

Bali. Kota yang menjadi setting penuh didalam novel ini. Dalam penyajian tempat penulis membuat kita seakan-akan menikmati pemandangan yang ada disana dan mengajari kita budaya yang masih kental di beberapa tempat dipulau Dewata tersebut. Dan disetiap tempat yang ada di Bali juga merupakan saksi akan kesenangan dan keromantisan yang timbul diantara mereka. Apalagi Shen yang tiba-tiba berubah menjadi romantis dan lembut selama kebersamaan mereka di Bali.

Hingga puncaknya dihari terakhir liburan mereka yang sedang menikmati indahnya pemandangan pantai Padang-Padang tiba-tiba semuanya berubah dalam sekejap atas hal yang mereka lakukan. Hubungan yang awalnya merupakan persahabatan perlahan berubah menjadi sosok orang asing diantara keduannya.

"Pantai Padang-Padang ini menjadi saksi kamu mengacaukan semuanya ...."
"Bandara Ngurah Rai. Kami, sepasang sahabat sejak kecil, yang kini bersikap seperti orang asing ...."

Secara keseluruhan cerita ini luar biasa. Hanya saja disini lebih banyak menceritakan tentang perjalanan mereka selama di Bali detail wisatanya dari pada hal-hal yang berbumbu keromantisan. Untuk cerita ini aku beri 3/4 bintang deh dari 5.

Kejutan-kejutan manis yang tersaji didalam novel ini membuat aku langsung melahap habis tidak tega rasanya untuk langsung menyudahi dan menutup novel ini. :) Novel ini memang layak untuk jadi pemenang pertama dilomba penulisan yang diadakan Penerbit Qanita.

Dalam novelnya Rhein Fathia ini juga menyuguhkan berbagai macam bumbu-bumbu manis dan pelengkap sehingga membuat pembaca tidak jenuh dan dibuat kita sebagai pembaca terus penasaran akan lembaran-lembaran halaman selanjutnya. Penulis juga menggambarkan latar dan peranan tokohnya seakan-akan kejadian yang ada didalam novel ini merupakan pengalamannya yang dialaminya sendiri. Novel bertema cinta ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja. Dan juga penggambaran pulau Dewata yang sangat eksotis dan penduduknya yang ramah lingkungan.

.... "Nilam menurutku ada dua jenis cinta dalam memilih pasangan hidup."
.... "Ada cinta yang tumbuh karena witing trisno jalaran soko kulino," tutur Shen lirih. "Mungkin itu yang kamu rasakan dengan Reza. Lalu, ada juga cinta yang memang muncul tanpa ada alasan. Cinta itu hadir, ditujukan pada seseorang, karena memang hati memilihnya," lanjutnya.
.... "Kamu sendiri pilih cinta yang mana, Shen?"
Senyum lembut Shen tersungging matanya masih menatapku lekat. "Aku punya jenis cinta yang kedua." (hlm. 103)

"Kamu tahu arti permainan kita tadi?" tanya Shen.
"Supaya fobiaku hilangkan?" kataku.
Kepala Shen menggeleng. Salah satunya iya. Tapi, aku ingin kamu mengerti bahwa sering kali kita menghadapi hal yang nggak disuka, hal yang kita takuti. Ketika belum bisa menemukan solusi, yang bisa kamu lakukan hanya menutup mata tak peduli dan terus berjalan tanpa takut." (hlm. 137)

Rating : 3.5 of 5 



Tuesday, 23 February 2016

Book Review | Gloomy Gift by Rhein Fathia

Terkadang, Cinta Adalah Tentang Menghadapi Ketakutan Terbesarmu

Judul : Gloomy Gift
Penulis : Rhein Fathia
Penerbit : Bentang Pustaka
Penyunting : Pratiwi Utami
Perancang Sampul : Wahyudi
Pemeriksa Aksara : Septi Ws
Penata Aksara : gabriel_sih
Foto Sampul : iStock
Tahun Terbit : 2015
Halaman : iv + 284 hlm
Cetakan Pertama : Maret 2015
ISBN : 978-602-291-089-3
(PO sama Penulis)

Baca juga ya... [Book Review | Copl(ov)e by Rhein Fathia] 

Book Sinopsis :

Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi..

Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.

Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkan aku mengenalmu sejauh ini?

Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

***
Let's Go To Review...

Dari segi sampulnya sangat menarik dan dibuat penasaran akan jalan cerita dari novelnya. Dimana terdapat sosok seorang laki-laki gagah dan tegap yang berpakaian rapi ala jas pengantin yang di kedua sisi tangan kanan-kirinya terdapat dua senjata pistol. Pembaca pasti sudah bisa menebak jalan ceritanya bergenre Action dan berbumbu manis Romance. Dan sangat cocok dengan sinopsisnya. 

Halaman dan isi dari dalam bukunya juga simple dan sederhana tidak berlebihan. Sesuai dengan karakter ceritanya. Ada gambar pistol untuk pembatasnya. Dan membuat pembaca semakin yakin dengan jalan ceritanya yang bergenre Action dan ada bumbu2 Romance :) . 

Gloomy Gift ini menceritakan tentang pasangan kekasih Zeno-Kara. Bermula dihari pertunangannya yang seharusnya merupakan hari bahagia bagi keduanya, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan rombongan kroco Lintang Samudra yang menyerbu acara pertunangan mereka, yang membuat semua orang terkejut dan bertanya-tanya ada apa?. Dan membuat Kara sadar bahwa dia belum sepenuhnya mengenal sosok kekasihnya Zeno walaupun mereka telah menjalin hubungan selama satu tahun.

Kroco LS merupakan komplotan dari Lintang Samudra yang merupakan target Zeno dalam penyelidikan kasus kliennya di SYL (Save Your Life).

Di awal-awal cerita Gloomy Gift ini cukup membuat kita penasaran dengan cerita-cerita selanjutnya. Dan membuat kita bertanya-tanya akan sosok Zeno yang sebenarnya. Sehingga membuat kita tidak tega untuk menutup novel ini terlalu cepat dan khususnya aku langsung melahap novel ini dalam 2 hari. Apalagi disaat kara-zeno dikejar dan bersembunyi dari kejaran kroco LS seakan-akan kita ikut merasakan perasaan khawatir, takut, tegang dan juga deg-degan di setiap pelarian dan persembunyian mereka.

Hera menoleh kepada zeno. “Kapan dia tahu siapa dirimu?”
“Tadi pagi,” jawaban zeno serupa gumaman.
Hera tersenyum lembut. “Hati-hati dengan perasaan wanita jika menyangkut urusan rahasia, zeno.”
“Aku hanya ingin keselamatannya.”
“Justru aku mengkhawatirkan keselamatan cintamu jika situasinya sudah seperti ini,” sela Dhennys cepat. (hlm. 228)

Aku percaya bahwa cinta itu harus di dasari dengan kejujuran dan saling percaya satu sama lain. Begitu juga yang terjadi dengan Kara, selama pengejaran dan bersembunyi di beberapa tempat dengan Zeno, membuat kara bertanya-tanya siapa sebenarnya zeno? Kenapa mereka dikejar dan harus bersembunyi. Dan membuat kara meragukan kekasihnya. 

"Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, tapi syukuri apa yang pernah kita alami". (hlm. 242)

"Karena setiap orang butuh kambing hitam untuk penderitaan yang dia rasakan," lirihnya. "Bukankah menyedihkan ketika kamu menderita dan tidak tahu harus menyalahkan siapa?"        (hlm. 155)

Detik-detik menuju Ending semakin membuat kita menebak-nebak bagaimana dengan akhir ceritanya? Bagaimana dengan Zeno dan Kara?

Diendingnya juga kita akan menemukan seseuatu yang tidak akan tertebak sama sekali oleh kita pembaca (termasuk aku. heheh :D ). Walaupun agak sedikit mengecewakan dengan akhir endingnya tapi novel ini layak untuk dijadikan tambahan koleksi novelmu.

Tokoh Utama:
Zeno Ramawijaya. Seorang arsitek, eksekutif muda, dengan segudang pekerjaan proyek lapangan. Zeno tipikal pria yang tidak banyak bicara dan terlihat judes kepada orang lain jika belum dikenalnya secara dekat. (hlm. 29)

Kara Arkana. Seorang lulusan jurusan Desain, yang memiliki gerai yang diberi nama "Glad to Gift You".

Lintang Samudra. Sosok laki-laki paruh baya yang menaruh dendam kepada zeno akibat kematian anaknya. Sehingga membuatnya berambisi ingin membunuh Zeno, karena menurutnya nyawa harus dibayar dengan nyaa.

Rating : 4 of 5



Wednesday, 17 February 2016

Project | Pennies For Books 2016

Hai Hai...

Pada tau nggak sih? Kalau beberapa hari ini COB dibuat bingung dengan gambar atau banner yang ada uang recehnya kemudian di samping recehnya itu ada toples, ada juga yang berupa celengan. COB selidiki tuh gambar apaan, sampean COB tanya juga ke uncle google. *COBPenasaran

Setelah diselidiki lebih lanjut ternyata Gambar receh itu semacam proyek bersama tiap-tiap para blogger yang pecinta buku. heehhe. Unik juga yaa eventnya. 
COB sempat nanya juga tentang proyek ini. Apakah proyek ini cuma bisa dikuti oleh para member BBI saja, karena jujur COB sendiri belum bisa jadi membernya BBI belum memenuhi syarat. Tapi COB tetap semangat kok.
Dan tadaaaa...
Rupanya proyek Pennies For Book 2016 ini terbuka untuk umum. Siapa aja boleh ikutan. Dan tentunya COB nggak mau kalah dong, COB juga ikut.


COB akan menjelaskan  sedikit gambaran tentang Pennies For Books 2016 . Pennies For Books ini adalah proyek dimana setiap orang yang mengikuti event ini wajib mengumpulkan uang recehan selama setahun dimulai dari Januari hingga Desember 2016 pas setahun kan. 

Selama proses uang recehannya terkumpul, kalian tidak boleh mengambil atau menggunakan uang receh tersebut. Hal ini tentu saja untuk kesenangan kalian. Supaya bisa melihat hasil jerih payah kalian dalam mengumpulkan recehan selama tahun 2016 ini. 

Nanti saat tibanya di akhir tahun uang receh kalian dihitung dan seberapa banyak kalian kumpulkan. Nah setelah di hitung baruu deh kalian bisa pakai uang receh tersebut untuk membeli buku yang kalian inginkan.

COB sendiri baru pertama kalinya mengikuti event ini. Karena berhubungpun COB masiih saangat New. Ada beberapa event yang mengadakan hal serupa. Dan COB mengikuti event yang diadakan oleh mbak Wirda A. Ridyananda dari The Book Addict Diaries. Senangnyaaa bisa berpartisipasi dalam event ini.

Dan juga berhubung ini udah masuk Februari kirain nggak boleh ikutan lagi, karena udah lewat 1 bulan. Setelah bertanya ke mbak Wirdanya langsung, Alhamdulillah kata mbaknya masih bisa ikutan.
Yeeeyyyyy...

Semoga di proyek ini COB bisa ngumpulin banyak banget recehannya dan bisa beli buku 5 sekaligus. Karena selama ini COB belum pernah beli buku sebanyak 5 sekaligus palingan 3 buku yang paling banyak (sesuai budget). 

Doakan yaa.. 
Semoga kali ini impiannya COB terkabul dan tercapai. 

***SEMANGAT COLLECTIN-OF-BOOK***

Saturday, 13 February 2016

Book Review | Coupl(ov)e by Rhein Fathia

Holaa
Pada ngapain ni?
Kalau aku lagi coba-coba untuk buat Book Review, heheh. Sebelumnya aku uda buat juga cuma judul postingannya Review Novel, dan reviewnya pun cuma ala kadarnya aja. Harap dimaklum yaa, karena aku masih peemula dan amatiran banget dalam menulis. ;)

Dan kali ini yang jadi korban Book Reviewnya aku adalah karyanya mbak Rhein Fathia-Coupl(ov)e. Semoga pada suka yaaa dengan Book Reviewnya aku.

***
"Bersamamu karena terbiasa atau mencinta?"


Judul Buku : Coul(ov)e
Penulis : Rhein Fathia
Penerbit : Bentang Pustaka
Penyunting : Noni Rosliyani
Perancang Sampul : Joko Supomo
Pemeriksa Aksara : Kamus Tamar & Pritameani
Penata Aksara : BASBAK_Binangkit
Ilustrasi Sampul : Shutterstock
Tahun Terbit : 2013
Cetakan Pertama : Februari 2013
Jumlah Halaman : xii + 388 hlm
Distributor : Mizan Media Utama
ISBN : 978-602-7888-12-8
(Beli di BukuKita.com)

Book Sinopsis :

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan 
"Selamat Menempuh Hidup Baru"?
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.


Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembap karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka .... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan. Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

***
Let's Go To Review...

Cerita tentang sosok dua anak manusia yang terlibat dalam persahabatan dan perjanjian konyol dimasa SMA. Mungkin bagi kalian pembaca novel hubungan persahabatan menjadi kekasih itu biasa. Tapi bagaimana dengan hubungan persahabatan kemudian menikah tanpa adanya rasanya cinta diantara keduanya?.

Yupp Coupl(ov)e Rhein Fathia ini berkisah tentang Raka-Halya yang menjalin persahabatan mereka dari kelas 2 SMA hingga tak pernah terpisahkan bahkan hingga mereka mempunyai pasangan masing-masingpun persahabatan mereka tetap terjalin seperti biasanya.

Di usia mereka yang ke tiga puluh dengan kondisi mereka yang sama-sama belum mempunyai kekasih dan sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Raka memutuskan untuk melamar Halya dan mengingat juga Raka pernah berjanji kepada Halya jika mereka akan menikah diusia tiga puluh apabila mereka sama-sama belum mempunyai kekasih. Dan Halya menyetujuinya.

Di awal pernikahan, mereka sama-sama merasakan perasaan canggung satu sama lain. Gimana tidak canggung? Sahabat terbaikmu menjadi sosok sahabat sekaligus suamimu sendiri (Nggak terbayang deh kalau itu terjadi pada hidupku). Tetapi mereka sepakat untuk menjaga privasi masing-masing. 

Seiring berjalannya waktu, pernikahan mereka sudah tampak seperti pernikahan normal. Mereka sama-sama berusaha untuk menjaga keutuhan pernikahan hingga tiba saatnya mereka saling jatuh cinta dan melakukan aktivitas suami-istri seperti seharusnya. Tapi siapa yang tau dibalik usaha mereka tiba-tiba masa lalu dari Raka, Rina kembali mengusik kehidupan pernikahan mereka. Hingga membuat Raka bimbang akan perasaannya terhadap Rina cinta pertama dimasa lalunya dan Halya sahabat sekaligus istri untuk masa depannya. Istri yang di pilihnya. Dan juga Halya yang masih dibayangi oleh sosok Gilang cowok dimasa lalunya yang belum bisa halya lupakan.
Sehingga membuat mereka sama-sama salah paham terhadap apa yang sedang terjadi dengan melibatkan masa lalu mereka masing-masing. 

Sebagai pembaca yang budiman, aku suka banget dengan alur cerita yang ada di coul(ov)e ini. Ini novel  Favorite aku banget. 

Disini aku nggak suka banget dengan sosok Rina, memang sih diawal-awal Rina nggak bersalah juga cuma karena keadaan dan ketidakjujuranlah yang membuat Rina menghilang di kehidupannya Raka. Lalu tiba-tiba dia muncul lagi dikehidupan Raka-Halya yang sudah menikah dimana kondisi dulu dan sekarang itu telah berbeda diantara mereka. Yang membuat Raka sama Halya salah paham terhadap perasaan mereka dan keutuhan pernikahannya. Tapi tetap aja menurut aku yang salah tu si Rina. Coba dia nggak muncul pasti lancar-lancar aja tuh.

Dan juga sosok Gilang yang masih membayangi isi hati dan kepalanya Halya. Tapi penulis memang T.O.P banget membuat jalan ceritanya. Kita disuruh bolak-balik antara masa lalu mereka, apa yang teradi dengan masa lalu mereka. Sehingga sempat aku faham dengan kondisinya Rina, dan membuat aku juga kasihan dengannya di satu pihak.

Novel ini menjadi favorite banget, nggak akan bosan kalau dibacanya berulang-ulang. Alur cerita yang dibuat penulisnya bagus ngaliiir gitu aja, tersusun rapi nggak berrputar-putar. Setiap kisahnya membuat kita bertanya-bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Di cerita ini aku suka dengan sosok Raka-Halya dan cara persahabatan mereka. Walaupun aku nggak yakin ada apa nggak hubungan persahabatan seperti mereka yang terlalu dekat. Dan di awal-awal pernikahan mereka yang berusaha untuk menjaga keutuhan pernikahan dan komitmen mereka dalam menjalani hubungan mereka.

Dan untuk sosok Gilman aku suka dengan karakternya. Tapi apa tidak berlebihan kalau sifatnya agak terlalu sangat baik. Apalagi saat pandangannya melihat keakraban persahabatan antara halya dan raka.

Baca novel ini membuat aku campur aduk, ada senang, sedih, kesal, dan juga menggemaskan dengan hubungan mereka. Apalagi di akhir-akhir cerita, dimana Raka yang terlalu mellow sehingga membuat ia terjebak kembali dengan masa lalunya Rina. Dan Halya yang terlalu baik hati sehingga ia membiarkan dan mendiamkan aja kelakuan raka yang selalu bertemu rina di luar.

Novel ini menurut aku tidak hanya sekadar memuat cerita romance pernikahan, tapi juga ada pesan-pesan yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca yang ingin menikah maupun yang sudah menikah. Seperti ketika seseorang telah menikah tingkatkan berkomunikasi dengan pasangan karena itu bisa membuat pasangan saling mengerti satu sama lain. Saling terbuka terhadap perasaan masing-masing agar suatu saat tidak terjadi kesalahpahaman.

Secara keseluruhan novel ini sudah bagus. Dari sampulnya yang sederhana. Cuma lembarannya ntah karena punya aku aja atau ada yang lain kayak aku, Ketika aku membaca ulang lagi novelnya ada beberapa halaman tulisannya itu sedikit memudar, padahal sewaktu pertama kali aku baca tulisannya bagus nggak ada yang hilang ataupun memudar. Malah sekarang memudarnya, takutnya ntar lama-lama tulisannya hilang pula semuanya. heheh.. Umur novel aku ini kira-kira udah 8 bulan kurang lebihnya.
Oke tinggalkan masalah tulisan.

Ada beberapa kutipan atau kata-kata yang aku sukai di novel ini.
1. Aku suka banget dengan harapan Halya tentang menjadi seorang penulis. Karena aku juga ingin seperti Halya. "Aku pengin terus nulis. Buat novel yang di baca banyak orang, bestseller. ... Rasanya selalu ada kepuasan ketika melihat orang lain bisa tersentuh dan mengambil makna dari karya yang kubuat". (Hlm. 123)

2. Percakapan Halya dan Gilang tentang Kalung Bintang. Bintang ini menjadi simbol kami tentang seorang mimpi. Bintang dan mimpi sama-sama indah dan berada ditempat tinggi. Kamu tahu apa yang bisa membuat seseorang menjadi istimewa dalam hidupnya?. Kamu, mimpi dan semua usahamu dalam meraih mimpi-mimpi itu". (Hlm. 155)

3. "Cinta itu seperti rasa kopi. Banyak jenis dan ragamnya. Kopi banyak variasi, seperti Cappucino dengan tambahan krim, susu, & coklat. Atau kopi Latte dan Macchiato yang punya takaran susu berbeda. ... Begitu juag cinta. Ada orang yang mencintai karena parasnya yang cantik, senyumnya ... dan kebiasaan unik si kekasih ..." (Hlm. 191)

4. Masih dengan percakapan Halya dan Gilang. "Jika aku memberimu sebuah cincin, hanya diriku yang bisa mengikat dan merasakan lembutnya jemarimu. ... Makanya, aku buatkan gelang kaki ini sebagai simbol. Semoga kamu bisa menjadi jalan surga bagi anak-anakku nanti. Bukankah surga berada di telapak kaki ibu?" (Hlm. 220)

Ada yang bilang menikah itu tidak mudah, akan penuh dengan masalah. Dari masalah kecil seperti kebiasaan berbeda antara suami dan istri, sampai masalah besar menyangkut keuangan dan materi. Ada juga yang pernah berkata, menikah itu tidak susah. Mencari pasangan yang tepat, itu yang tidak mudah. Atau, menjadi sosok pasangan yang tepat ternyata lebih sulit?. (Hlm. 238)

Rating : 4 of 5